Breaking News
HeadLinePolhukam

Mahfudz: Kita Jangan Terperangkap Konflik Bernuansa SARA

×

Mahfudz: Kita Jangan Terperangkap Konflik Bernuansa SARA

Sebarkan artikel ini

JAKARTA– Politisi senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mahfudz Siddiq mengingatkan agar Indonesia tidak terperangkap dengan konflik bernuansa Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) yang cenderung meningkat di berbagai kawasan di dunia belakangan ini.

Bahkan, ungkap anggota Komisi I DPR RI tersebut, konflik berbau SARA juga terjadi di Indonesia. Terakhir terjadi di Tanjung Balai, Sumatra Utara, Sabtu dinihari dengan pembakaran tempat ibadah.

Mengenai masalah ini, kata Mahfudz, pemerintah harus segera menegakkan hukum terhadap semua pihak yang terlibat dan
bertanggung jawab atas kasus tersebut, dan melakukan langkah
pencegahan meluasnya konflik tersebut ke daerah lain.

Menurut wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat ini, konflik SARA di Tanjung Balai tidak boleh dianggap sepele. Ada
potensi letupan konflik yang lebih besar dan luas.

Jika itu terjadi, kata dia, bisa menjadi pintu kekacauan politik dan ekonomi baru di negeri ini. “Apa pasalnya? Pertama, konflik SARA sedang menjadi tren dunia. Kekacauan politik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan beberapa negara Eropa dan Amerika Serikat telah memunculkan kekuatan teror baru yang menakutkan, yaitu ISIS.”

Peristiwa Tanjung Balai adalah suatu yang mengagetkan karena rasanya belum pernah terjadi sebelumnya. “Apa yang mendorong warga melakukan protes sebagai pemicu kemarahan? Dan, kenapa reaksi balik dari ribuan warga lainnya begitu dahsyat? Kasus ini berpotensi dan menjadi apa bagi republik ini?,” kata dia.

Menurut mantan Ketua Komisi I DPR RI itu, kasus Tanjung Balai
merupakan peluit peringatan yang sangat keras buat bangsa ini dan
semua jajaran pemerintahan di pusat dan daerah. “Pilihan kita adalah berpihak pada kesatuan dan persatuan bangsa.”

Tetapi, negara harus menegakkan hukum terhadap siapapun yang
terbukti merusaknya. “Siapapun dia. Sambil negara memastikan
bahwa dirinya mampu menjadikan Indonesia sebagai tempat hidup
yang harmoni bagi semua anak bangsa,” demikian Mahfudz Siddiq. (art)

Komentar