Breaking News
HeadLinePeristiwa

Petinggi Militer Turki Wajib Lapor

×

Petinggi Militer Turki Wajib Lapor

Sebarkan artikel ini

JAKARTA– Pasca percobaan kudeta yang dilakukan faksi militer Turki beberapa pekan lalu, para petinggi militer Turki kini harus melapor kepada menteri dalam negeri yang menyimpulkan militer kini berada di bawah kendali kementerian dalam negeri.

Keputusan ini diambil Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang juga akan menutup akademi militer. Tindakan itu dinilai Erdogan demi membawa militer sepenuhnya berada di bawah kendali sipil.

Erdogan yang menyampaikan komentar ini dalam wawancara dengan stasiun televisi A Haber mengatakan, akademi militer Turki akan diganti dengan sebuah universitas pertahanan nasional.

Keputusan resmi mengenai langkah ini akan diumumkan dalam surat kabar resmi pemerintah hari ini.

Selain itu, Turki juga bakal memangkas kekuatan pasukan keamanan gendarmerie (polisi). Namun, sistem persenjataannya ditingkatkan. Ini salah satu dari beberapa perubahan besar yang dia umumkan kepada militer dan polisi menyusul kudeta gagal.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi A Haber, Erdogan juga mengatakan, para pengacaranya akan mencabut gugatan terhadap orang-orang yang menghinanya, termasuk warga biasa dan anggota partai oposisi CHP dan MHP. Ini isyarat Erdogan tengah menularkan semangat kesatuan menyusul kudeta gagal 15-16 Juli lalu.

Selain itu, pihak berwenang Turki membebaskan 62 siswa akademi militer Istanbul dari penjara. Banyak siswa di sekolah menengah taruna Kuleli di Kota Istanbul diyakini sebagai remaja yang terjebak dalam kudeta gagal oleh kelompok pembangkang militer yang berusaha menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan dari kekuasaan.

Para siswa itu berjalan keluar dari gerbang penjara di Maltepe di sisi Asia Istanbul, menghampiri kerabat yang sudah menunggu, seperti dilaporkan kantor berita Dogan, yang dikutip AFP.

Sebuah pengadilan di Istanbul memerintahkan pembebasan para siswa itu pada Jumat malam di antara total 758 tentara, menambah lagi bekas tersangka yang dibebaskan menjadi 3.500 orang.

Kasus para siwa itu memperkuat kekhawatiran bahwa ribuan tentara yang ditahan di Turki atas keterlibatan dalam kudeta, kemungkinan hanya mengikuti perintah dan tidak tahu kudeta sedang berlangsung.

Para pejabat Turki menekankan bahwa setiap kasus sedang diperiksa dan tidak akan ada seorang pun yang dihukum secara tidak adil. Sejak kudeta gagal tersebut, hampir setengah dari jenderal militer dan laksamana dicopot dari jabatannya.

Turki menahan lebih dari 18.000 orang atas upaya kudeta yang diduga dilakukan ulama yang tinggal di Amerika Serikat Fethullah Gulen. Gulen pun menyangkal tuduhan itu. (art)

Komentar