Breaking News
HeadLineOlahraga

Nishikoei Buat Kejutan di Toronto

×

Nishikoei Buat Kejutan di Toronto

Sebarkan artikel ini

JAKARTA– Impian andalan Prancis, Gael Monfils menghadang lajunya tunggal putra terbaik Serbia, Novak Djokovic. Gael Monfils kelahiran Prancis, 29 tahun silam untuk kesekian kalinya harus mengakui keunggulan Djokovic.

Monfils menyerah 3-6 dan 2-6 pada semifinal Turnamen Tenis Piala Rogers yang dimainkan di lapangan keras Stadion Tenis, Taronto, Kanada, Sabtu (30/7) atau Minggu (WIB).

Dengan hasil itu, Monfils harus angkat koper dari arena Piala Rogers 2016 dan Djokovic bertemu dengan petrenis Kei Nishikori (Jepang) yang membuat kejutan dengan menyingkirkan Stan Wawrinka asal Swiss dalam pertarungan ketat yang melelahkan. Kei Nishikori 7-6 dan 8-1.

Djokovic, petenis peringkat satu dunia memang tidak mendapat perlawanan berarti dari Monfils. Kemenangan ini menambah rekor Djokovic. Dia tidak hanya belum terkalahkan oleh petenis Prancis itu tetapi juga menambah rekor menjadi 12 kemenangan dari 12 kali pertemuan dengan Monfils yang kini menggenggam rekor 12-0 atas Monfils,

Monfils menuju semifinal dengan rentetan sembilan kemenangan beruntung, termasuk saat ia menjuarai gelar Citi Terbuka di Washington DC Minggu lalu.

Djokovic mengatasi service break pada game ketiga dan mendominasi sisa jalannya pertandingan yang berlangsung selama 74 menit itu. Petenis Serbia tersebut menilai dirinya memainkan permainan terbaik sepanjang pekan.

“Ini datang di saat yang tepat,” kata Djokovic saat diwawancarai di pinggir lapangan. “Anda tidak pernah tahu apa yang akan datang dalam cara lain dari orang yang berada dalam penampilan puncak dalam beberapa pekan terakhir.”

“Ia menang di Washington pada pekan lalu dan datang kemari dan menang dengan nyaman pada sebagian besar pertandingannya. Saya harus tetap berkomitmen dari awal dan saya sangat, sangat senang dengan cara bermain saya.”

Djokovic memiliki rekor 9-2 atas Nishikori dan memenangi delapan pertemuan terakhirnya, termasuk final di lapangan keras di Miami pada awal tahun ini.

“Bermain melawan Kei tidak pernah mudah,” kata Djokovic. “Ia ada di sekitar saya. Ia kokoh di lima besar, petenis sepuluh besar papan atas. Ia merupakan salah satu yang tercepat di tur dan saya akan bersenang-senang.”
Nishikori mengincar gelar ATP Masters 1000 pertamanya setelah mencapai final ketiga sepanjang kariernya di ajang-ajang elit.
Nishikori bangkit dari tertinggal 2-5 di set pembukaan untuk menaklukkan unggulan kedua asal Swiss Stan Wawrinka dengan skor 7-6 (6), 6-1 pada semifinal pertama di Aviva Centre.

“Saya tahu saya akan harus sedikit lebih banyak melangkah pada beberapa game pertama di set kedua. Dan, setelah itu, saya berusaha untuk lebih agresif dan benar-benar berkonsentrasi karena ia sedikit terpuruk dan saya tahu jika saya membiarkan dia, ia akan bangkit,” kata Nishikori setelah mengalahkan Wawrinka untuk kedua kalinya dalam lima pertemuan.

Penampilan Wawrinka, juara Grand Slam dua kali yang telah memenangi 14 gelar ATP World Tour, merosot ketika ia kalah pada 11 dari 13 game terakhir di Aviva Centre setelah menyia-nyiakan empat set point pada set pembukaan.

Nishikori, yang melakukan serve pada kedudukan 40-0, mengunci kemenangan pada match point pertama dari tiga match point yang dimilikinya ketika pukulan smash overheadnya memaksa lawannya melakukan kesalahan, mengakhiri pertandingan yang berlangsung kurang dari satu setengah jam. (art)

Komentar