JAKARTA– Setengah dari 60 unit Kereta Rel Listrik (KRL) untuk memperkuat armada anggkutan Commuter Jabodetabek, Jumat (28/7) sudah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok. Ini kelanjutan penguatan armada angkutan Commuter Jabodatabek sejak telah berlangsung 2009.
Vice President Corporate Communications PT KAI Commuter Jabodetabek Eva Chairunnisa dalam keterangan tertulis yang diterima Indokini.co, Minggu (31/7) menyebutkan, untuk tahun ini PT KCJ mendatangkan 60 unit KRL dari Jepang.
“Pada pengiriman pertama, 30 dari 60 unit KRL yang dibeli KCJ itu sudah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok dan langsung proses unloading,” kata Eva.
Untuk tahun ini KCJ mendatangkan KRL seri 6000 dari Tokyo Metro Jepang. Sebelumnya, kereta dengan jenis yang sama telah didatangkan ke Indonesia tahun 2011 yakni 12 rangkaian. “Hingga kini, PT KCJ masih mengoperasikan KRL seri 6000 ini,” kata Eva.
Dijelaskan perbedaan rangkaian seri 6000 pada pengadaan tahun ini adalah dari teknologinya. KRL yang datang kali ini telah memakai teknologi Variable Voltage Variable Frequency (VVVF). “Teknologi ini lebih hemat energi listrik dan membuat akselerasi KRL lebih halus.”
Ditambahkan, KRL ini nantinya akan beroperasi dengan formasi 10 kereta (gerbong-red), sebagaimana formasi awalnya dari Jepang. “Sejalan dengan program PT KCJ menambah rangkaian KRL dengan formasi 10 dan 12 kereta untuk meningkatkan kapasitas angkut,” jelas Eva.
Untuk tahun ini, PT KCJ menargetkan dapat melayani 285.600.960 pengguna atau tumbuh 10,9 persen dari realisasi penumpang tahun lalu 257.527.772 .
Berikut Data Pengadaan KRL PT KCJ setiap tahunnya, 2009 delapan unit, 2010 unit 110, 2011 unit 100, 2012 unit 90, 2013 unit 180, 2014 unit 176, 2015 unit 120 dan 60 unit 2016. (art)






