Breaking News
HeadLinePolhukam

MPR RI: Respon Masyarakat Tentang Pancasila Makin Baik

×

MPR RI: Respon Masyarakat Tentang Pancasila Makin Baik

Sebarkan artikel ini

TOMOHON– Wakil Ketua MPR RI, EE Mangindaan mengatakan, beberapa tahun belakangan antusiasme dan respon dari masyarakat tentang pemahaman kembali Pancasila, UUD NRI tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika semakin baik.

Buktinya, kata Letnan Jendral TNI Purnawirawan itu ketika menjadi pembicara dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bekerjasama DPRD Kota Tomohon dan Badan Musyawarah Antar Gereja ( Bamag ) kota Tomohon di Ruang Paripurna DPRD kota Tomohon, Sulawesi Utara, Kamis (21/7) banyak sekali permintaan untuk dilakukan sosialisasi oleh berbagai elemen masyarakat di seluruh Indonesia.

Menurut politisi senior Partai Demokrat (PD) tersebut, respon masyarakat saat ini sangat bagus mengingat pentingnya pemahaman Pancasila buat masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.

“Mengingat pentingnya pemahaman Pancasila dan respon serta antusisme rakyat yang besar maka MPR kini fokus ingin merevitaliaasikan nilai-nilai Pancasila jauh lebih dalam yakni masuk ke kurikulum pendidikan di sekolah mulai dari Taman Kanak-kanak (TK) sampai Perguruan Tinggi (PT).

Selain itu MPR berusaha melakukan revitalisasi Pancasila dan merefresh pemahaman Pancasila dan wawasan kebangsaan seperti dahulu semasa ada Badan Pembina Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP) semasa pemerintahan Orde Baru.

Ada suatu forum seperti BP7, kata Menteri Perhubungan (Menhub) Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II tersebut, bertujuan untuk memantapkan kembali wawasan kebangsaan bangsa Indonesia. “Bedanya sekarang, Pancasila dan nilai-nilai luhur bangsa jangan hanya dihafal tapi bagaimana pemahaman dan implementasinya dilakukan dalam kehidupan sehari-hari dalam berbangsa dan bernegara.”

Lebih jauh Ketua Komisi II DPR RI 2004-2009 ini mengatakan, awal reformasi 1998, pemahaman dan pengamalan Pancasila sempat luntur karena tergerus arus reformasi yang dinilai banyak pihak kebabalasan. Namun, belakangan masyarakat tampaknya sadar akan pentingnya Pancasila termasuk empat pilar MPR RI untuk
diamalkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

EE Mangindaan memaparkan soal TAP MPR No: VI Tentang Etika Kehidupan Berbangsa dan soal Tantangan Kebangsaan. Menurut Gubernur Sulawesi Utara 1995-2000 tersebut, tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia ke depan sangat berat. Tantangan itu berasal dari dalam dan juga dari pihak luar (global).

Contoh tantangan kebangsaan dari dalam yakni masih lemahnya penghayatan dan pemahaman sebagian rakyat soal ajaran agama serta munculnya pemahaman agama yang keliru dan sempit. Hal tersebut sangat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

“Indonesia perlu memiliki pemimpin yang paham betul akan hal jni dan mampu menyelesaikannya. Rakyat Indonesia juga butuh model panutan atau teladan agar bisa menjadi contoh yang baik,” kata mantan Pangdam Cendrawasih tersebut.

Diutarakan EE Mangindaan, Indonesia juga dihadapkan kepada tantangan global antara lain persaingan ketat antar bangsa. Yang paling berbahaya adalah semakin kuatnya intensitas intervensi kekuatan global dalan perumusan kebijakan bangsa atau nasional. Semua ini harus betul diperhatikan dan selalu diwaspadai.

“Indonesia juga diserbu kemajuan teknologi seperti gadget, media sosial atau games. Semua kemajuan itu ada baik dan buruknya. Kita harus bijak dalam menggunakannya jangan sampai jati diri bangsa tergerus,” tegas wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Utara ini.

Hadir dalam acara tersebut Walikota Tomohon Jimmy F Eman, Wakil Walikota Tomohon Syerly Adelyn Sompotan, Forkompimda Tomohon, Ketua DPRD Tomohon Milky JL Wenur, anggota DPD RI dari Sulawesi Utara Marhany V Pua dan Stefanus BAN Liow serta serta 200 peserta sosialisasi dari Badan Musyawarah Antar Agama (Bamag) Tomohon. (art)

Komentar