JAKARTA– Aparat keamanan harus siap mengantisipasi dan menanggal aksi teror terutama di hari perayaan agama seperti Idul Fitri 1437 Hijriah sehingga masyarakat dapat merayakannya dengan tenang.
“Saya tentu mengecam kejadian (ledakan bom) baik di Madinah maupun Solo. Memang situasi ini perlu diantisipasi sejak awal. Aparat kemananan harus selalu siap apalagi menghadapi hari-hari besar,” kata Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang disela gelaran “open house” Lebaran di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (6/7)
Oso demikian panggilan akrab Oesman Sapta mengatakan, pelaku teror menginginkan sesuatu yang mengejutkan dunia, sehingga aparat berwenang dan masyarakat harus selalu meningkatkan kewaspadaan.
“Mereka menginginkan sesuatu yang mengejutkan dunia. Kewaspadaan kita harus ditingkatkan. Masyarakat harus sadar dan melaporkan (hal yang mencurigakan) pada aparat keamanan.” tutur
Lebih lanjut dikatakan, kesadaran masyarakat menolak aksi teror perlu ditingkatkan salah satunya bisa digalakkan melalui sosialisasi Empat Pilar MPR RI yakni Pancasila, NKRI, UUD 1845 dan Bhineka Tunghal Ika.
“Itulah sebabnya kita harus melaksanakan sosialisasi Empat Pilar terus menerus, untuk meningkatkan kesadaran nasional anak-anak. Asal usul harus dari anak-anak kecil, SD, SMP. Kalau dari SD sudah tersosialisasi otomatis ke ormas-ormas lebih mudah,” kata dia.
Di samping itu, sosialisasi Empat Pilar pada anak muda juga bisa menjadi upaya mengingatkan kembali perjuangan masyarakat Indonesia di era 1945.
“Anak muda sekarang tidak mengenal perjuangan 1945. Mereka harus terus diajak memahami filosofi kebangsaan. Ini membutuhkan komitmen dari anak-anak bangsa,” demikian senator asal daerah pemailihan (dapil) Kalimantan Barat tersebut. (art)






