JAKARTA– Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar), Setya Novanto mentargetkan partai berlambang Pohon Beringin tersebut menjadi peraih kursi terbanyak pada pemilu legislatif (pileg) 2019.
Untuk menjadi pemenang pileg nanti, paling tidak Partai Golkar harus merebut 120 kursi di DPR RI. “Karena itu, saya minta seluruh pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) agar memanfaatkan waktu tiga tahun ini untuk melakukan konsolidasi organisasi serta menyiapkan tiga agenda politik nasional. Namun, tidak dirinci agenda besar politik nasional yang dimaksud.
Dalam siaran tertulis yang diterima Parlementaria.Com, Jumat (18/6), Setya Novanto menyebutkan, dirinya mentargetkan Partai Golkar mendapat 120 kursi di DPR pada Pileg 2019. Itu sama dengan 20 persen perolehan kursi di DPR RI.
“Menghadapi agenda yang begitu padat, sementara waktu yang tersedia tidak begitu lama, maka dalam 100 hari kerja saya, melakukan konsolidasi organisasi dan juga rekonsiliasi dari pusat sampai ke tingkat I dan tingkat II.”
Menurut wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut, konsolidasi organisasi sangat penting mengingat agenda politik sudah di depan mata, yakni Pilkada 2017 dan 2018 serta pileg maupun Pilpres 2019.
“Pada Pileg 2014, Partai Golkar meraih 91 kursi di DPR RI. Hal itu berarti masih kurang 19 kursi lagi. Kita akan bekerja lebih keras lagi agar perolehan kursi bertambah,” kata dia.
Setya Novanto mengaku optimis target 20 persen tersebut akan tercapai. Namun, syaratnya Partai Golkar harus solid dan kuat, terutama dalam rangka mewujudkan konsolidasi organisasi dan melakukan percepatan akselerasi program.
“Suara Golkar adalah suara rakyat. Maka semua program partai Golkar ke depan harus diarahkan untuk kepentingan rakyat,” lanjut Setya Novanto.
Lebih jauh dikatakan, momentum konsolidasi ini digunakan untuk mengembalikan seluruh potensi yang dimiliki partai Golkar. “Mari kita sapa kembali kader-kader yang dulu membesarkan Golkar, mari kita ajak kembali sesepuh Golkar agar bersama-sama membangun partai ini menjadi lebih kuat lagi.”
Dalam kesempatan itu, Setya Novanto juga mengapresiasi acara pengukuhan pengurus DPD Partai Golkar Jateng yang mengambil tempat di Desa Nelayan Tambak Lorok. Mengingat sejauh ini, perhatian pemerintah terhadap desa nelayan ini nyaris belum ada.
Untuk memperbaiki infrastruktur di desa nelayan ini, Partai Golkar sendiri menyumbang sebesar Rp200 juta. Sebanyak Rp 50 juta berasal dari kantong pribadi Setya, sedangkan sisanya berasal dari sumbangan anggota DPR Fraksi Partai Golkar. (art)






