JAKARTA– Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta Odang mengumpulkan para pendiri Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Hotel Fairmont, Jakarta, Sabtu (4/6) malam. Dalam pertemuan yang berlangsung hampir tiga jam tersebut disepakati dibentuknya Ikatan Senior HIPMI (ISHI).
Hadir dalam pertemuan Ketua Dewan Pembina Partai Golongan Karya, Aburizal Bakrie, mantan Menteri Ketenagakerjaan Abdul Latief, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutarjo, mantan Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan, Fahmi Idris, mantan Menteri Perumahan Rakyat Siswono Yudohusodo serta senior HIPMI lainnya seperti Bambang Riyadi Soegomo, Adi Putra Darmawan Tahir, Azwir Dainy Tara, Haris Sohar dan Adi Warsita.
Oesman Sapta selaku inisiator sengaja mengundang pendiri Hipmi yang nasionalis untuk berpartisipasi dalam menggerakkan pengusaha agar berkembang. Oesman menilai, banyak pengusaha muda yang sudah kehilangan pengaruh dalam perkembangan ekonomi Indonesia. Akibatnya generasi muda HIPMI tidak berkontribusi dalam menggerakkan perekonomian nasional.
“Pengusaha kita semakin lama semakin hilang. Kehilangan ini yang perlu dikembalikan. Yang muda kami lihat sudah tidak mampu melakukan manuver lagi untuk kepentingan kepentingan berarti bagi warga bangsa ini. Saya kira senior perlu gabung gerakkan lagi.”
Diceritakan, HIPMI pernah menjadi organisasi yang bahu membanhu membangun perekonomian bangsa. Saat itu, pengusaha merupakan pion penting yang tidak bisa dilepaskan dari capaian yang telah diraih bangsa Indonesia. “Ketika Indonesia goncang, HIPMI itu organisasi yang mendekati pemerintah dan membantu pemerintah untuk berjuang bersama, “ katanya.
Ditambahkan, ambahkan saat ini, kondisi perekonomian nasional terbilang rentan dan mudah bergejolak. Kondisi tersebut dipandangnya karena kurangnya kontirubusi pengusaha dalam peransertanya menggeliatkan perekonomian nasional. “Karena itulah, saya mengumpulkan para pendiri HIPMI untuk memperkuat komitmen organisasi pebisnis muda ini dalam membantu pemerintah mendorong ekonomi nasional, “ demikian Oesman Sapta Odang. (art)






