JAKARTA– Politisi senior Partai Golongan Karya (Golkar). Ir Akbar Tandjung mengatakan, pernyataan Ketua Umum partai berlambang Pohon Beringin tersebut mendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada Pilgun DKI Jakarta tahun depan belum final.
Menurut Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar tersebut, dukungan Setya Novanto kepada Ahok pada Pilgub tahun depan, itu lebih ke respons sesaat saja karena melihat aktivitas dari Ahok.
“Ucapan Novanto itu bukan satu putusan resmi dan final dari partai berlambang pohon beringin ini,” kata Akbar, Jumat (3/6).
Menurut Ketua DPR RI 1999-2004 ini, tidak bisa melihat seseorang hanya dalam satu momen saja, harus melihatnya secara utuh dan komprehensif.
“Statement Setya Novanto itu tidak akan punya nilai kalau sifatnya satu diktum satu peristiwa saja. Itu tidak bisa diartikan sebagai suatu keputusan komprehensif,” jelas mantan Ketua Umum Partai Golkar tersebut.
Seperti pernah diberitakan, Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2019 hanya respons sesaat saja.
“Itu bukan satu putusan resmi dan final dari partai. Saya melihat, itu hanya respons sesaat, bukan suatu putusan resmi yang final. Itu yang saya ketahui, lho ya,” kata Akbar.
Mantan Mensesneg era pemerintahan Soeharto ini menilai, Novanto mengeluarkan pernyataan itu hanya karena melihat ada langkah-langkah positif dari Jokowi selama ini.
“Kalau final kan harus dibahas dan dibicarakan serta forumnya pun dicari forum yang paling kuat seperti ada rapat harian. rapat pleno bahkan rapimnas. Puncaknya munas yang akan mengambil keputusan,” tegas dia.
Demikian juga halnya dengan pernyataan Novanto yang mendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, dalam Pilgub DKI Jakarta, tahun depan. Menurut Akbar, itu juga lebih ke respons sesaat saja karena melihat aktivitas dari Ahok. (art)






