Breaking News
Ekonomi

Wartawan Pertanyakan, Setya Novanto Masuk Pintu Belakang

×

Wartawan Pertanyakan, Setya Novanto Masuk Pintu Belakang

Sebarkan artikel ini

setya novanntoJAKARTA – Sejumlah wartawan yang sehari-hari meliput di Komplek Parlemen Senayan mempertanyakan sikap Ketua DPR Setya Novanto yang menggunakan pintu belakang saat masuk kantor, yaitu dari Gedung Sekretariat Jenderal DPR , bukan melalui Gedung Nusantara III.

“Pak Setya Novanto sejak jadi ketua DPR, beberapa kali terlihat menggunakan jalan belakang dan tidak melalui jalan depan (lobi nusantara III -red) seperti ketua  DPR sebelumnya. Saya tidak tahu alasannya, tapi kok kayak menghindari wartawan begitu yah,” ujar Fredy, salah satu wartawan media online yang juga salah seorang pengurus Koordinatoriar Wartawan Parlemen,  Selasa (6/1).

Seperti diketahui, semua pimpinan tiga lembaga yang berkantor di Komplek Parlemen, yaitu MPR, DPR dan DPD berkantor di Gedung Nusantara III. Sedangkan Gedung Sekretariat Jenderal DPR berada di belakang Gedung Nusantara III. Antara kedua gedung ada lorong penghubung.

Namun sejak Setya Novanto jadi Ketua DPR, dia lebih cenderung masuk kantor dari Gedung Sekjen dan seakan-akan menghindar dari wartawan yang selalu berkerumun di lobi Nusantara untuk di door stop (diwawancarai). Sikap Ketua DPR ini tentunya sangat berbeda dengan ketua-ketua DPR sebelumnya yang selalu menjawab pertanyaan wartawan  yang mencegatnya.

Sampai sejauh ini tidak jelas alasan Setnov begitu dia biasa disapa mengapa selalu menggunakan jalan belakang. Namun menurut Fredy mungkin karena situasi politik yang tidak jelas, sehingga Setnov mungkin khawatir kalau dia keseleo lidah atau salah bicara yang bisa menimbulkan kontroversi.

“Ya mungkin karena masih baru jadi ketua, jadi masih khawatir salah bicara yang bisa menimbulkan kontroversi. Tapi memang saat ini yang banyak bicara justru para wakilnya. Mereka kelihatan lebih berani untuk mengkritisi langkah-langkah pemerintah. Mungkin juga karena sikap Setnov sendiri yang selama ini jarang tampil di publik,” tandasnya.

Sementara itu, Marlen wartawan online lainnya juga mengeluhkan sikap ketua DPR saat ini sangat berbeda dengan ketua-ketua DPR sebelumnya yang sangat responsif menjawab berbagai pertanyaan wartawan. “Ketua DPR sebelumnya Marzuki Alie selalu menjawab pertanyaan wartawan baik di Gedung DPR, melalui SMS, twitter maupun BBM,” tambahnya.

Setnov menurut Marlen seharusnya memahami posisinya sebagai juru bicara parlemen dan harus belajar dari para pendahulu-pendahulunya.Marlen pun menyarankan Setnov untuk mencontoh Jokowi yang berani bicara meski tidak selalu benar dan meski tidak selalu memegang omongannya sendiri.

”Biar bagaimanapun yang namanya ketua DPR itu salah satu nara sumber penting untuk masalah kenegaraan.Kalau dia menghindar yah repot. Dia mau jadi ketua DPR kan harusnya paham posisinya sebagai juru bicara parlemen.Jadi aneh kalau terlihat menghindar. Contoh saja Jokowi yang asal ngomong saja tanpa peduli pada dampak omonganya yang dibicarakannya,” tandasnya.

Sementara itu Eko wartawan daerah mengeluhkan Setnov yang menghindar diwawancara sehabis Sholat Jumat.”Biasanya ketua DPR sebelum-sebelumnya selalu mengeluarkan pernyataan Jumatan sehabis  Jumat.Sekarang “tradisi” itu tidak ada lagi karena Setnov selalu melalui jalan belakang sehabis jumatan,” imbuhnya. (chan)

Komentar