Daerah

MUI Pesisir Selatan Tolak Larangan Penggunaan Pengeras Suara Azan

PARLEMENTARIA.COM – Majlis Ulama Islam ( MUI) kabupaten Pesisir Selatan menolak surat edaran Direktur Jendral Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI No,B/ 3940/DJ.III/Hk.00.7/08/2018 pada tanggal 24 Agustus 2018 tentang larangan pengunaan pengeras suara di masjid dan musala untuk disosialisasikan di daerah kabupaten Pessel.

Penolakan tersebut cukup beralasan. “Sebelumnya hal yang sama pernah ditolak oleh para ulama instruksi Dirjen Bimas Islam Nomor Kep/D/101/ 1978 tanggal 17 Juli 1978, kemudian pak Soeharto segera mempertimbangkan penolakan para ulama tersebut, sehingga tidak diberlakukan tuntunan pengunaan pengeras suara di Masjid dan Musala pada zaman orde baru tersebut,” kata Ketua MUI Pessel Asli Saan melalui sekretarisnya Aprinal, Jumat ( 7/9)

Menurutnya, masyarakat Pesisir Selatan tidak pernah merasa keberatan tentang pengunaan alat pengeras suara di masjid dan musala, dalam masalah ini tidak perlu adanya aturan Kementerian agama.

“MUI kabupaten Pesisir Selatan meminta kepada kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan supaya mempertimbangkan kearifan lokal, pasalnya tempat ibadah umat islam adalah masjid dan Musala,” harapnya.

Surat ederan Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama tersebut dinstruksikan kembali karena disenyalir ada kaitannya dengan ajaran islam nusantara, sedangkan Islam nusantara ini tidak ada tempatnya di ranah Minang ini. (hal/chan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top