Polhukam

Fadli Zon: Prabowo Tidak Perlu Sebut Nama Elite Bermental Maling

PARLEMENTARIA.COM– Ketua Dewan Pembina partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Letnan Jenderal Purnawirawan Prabowo Subianto Djojohadikusumo tidak perlu menunjuk atau menyebut nama siapa elite di negeri ini bermental maling seperti apa yang diucapkannya dalam safari politik di Depok akhir pekan lalu.

Tidak perlu harus menunjuk batang hidungnya. Hal tersebut harusnya menjadi intropeksi diri saja bagi mereka yang melakukan hal itu. “Ya, tak perlu disebut nama. Kan banyak, masak harus disebut satu-satu. Elit itu banyak, ada di eksekutif, legislatif maupun di pengambil keputusan,” kata Fadli Zon di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (3/4).

Menurut Fadli, yang meminta agar ditunjuk langsung elit dianggap tidak paham politik. Malah Fadli balik bertanya, apakah kalau berbicara harus menunjuk orang.

“Memangnya kita sedang melakukan fit and proper test. Ini kan kaya saya bicara plonga plongo, kemudian saya harus bicara siapa plonga plongonya? Memang ini kuis atau apa? Jadi, kalau ada yang merasa tersinggung mungkin memang dia terasa, merasa. Kalau dia terasa bukan salah saya dong, dia merasa plonga plongo,” kata Fadli.

Fadli menyebut dalam persoalan ekonomi, terkait kekayaan alam seharusnya berpegang pada ekonomi kerakyatan sehingga cukup menggunakan rumus yang dibuat Proklamator RI, Muhammad Hatta.

“Bumi dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan digunakan sebesar-besar kemakmuran rakyat, itu saja rumusnya. Menurut saya rumus itu brilian, rumus itu Muhammad Hatta yang buat,” kata Fadli.

Menurut dia, Prabowo merujuk pada konsep yang dibuat Hatta. Persoalannya, saat ini kekayaan hanya dikuasai segelintir orang dan bahkan asing. “Jadi, itu yang akhirnya, kebijakan itu, maling itu bukan berarti handphone terus diambil gitu, dari sisi kebijakan bisa menjadi maling,” demikian Fadli Zon. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top