Pengawasan

Bamsoet: Panggil Menteri PUPR Soal Kecelakaan Kerja Pembangunan Infrastruktur

PARLEMENTARIA.COM– Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mengaku prihatin dengan acapkalinya terjadi kecelakaan kerja dalam pembangunan infrastruktur di tanah air di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) khususnya dalam jalan tol dan maupun jalan layang termasuk Light Tail Transit (LRT

Dalam lima bulan terakhir saja, sudah delapan kali kecelakaan kerja terjadi. Artinya, setiap bulan terjadi dua kali kecelakaan. Yang terakhir kecelakaan terjadi dengan ambruknya tiang penyanggga beton Tol Bekasi-Cawang Kampung Melayu (Becakayu), Selasa (20/2) dinihari.

Sedikitnya, tujuh pekerja luka-luka dalam peristiwa tersebut dan mereka dilarikan ke rumah sakit terdekat termasuk Rumah Sakit Polri, Kramat Jati untuk mendapat pertolongan medis.

Selain menyampaikan rasa prihatin kepada keluarga korban atas insiden yang menimpa para pekerja, Bambang Soesatyo yang akrab dipanggil Bamsoet tersebut juga menyeselkan berulang kalinya terjadi kecelakaan kerja ini yang menelan korban luka-luka.

Karena itu, politisi senior Partai Golkar ini meminta Komisi V DPR RI memanggil Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), M Basoeki Hadimoeljono serta jajaran Kementerian PUPR untuk mempertanggungjawabkan terus berulangnya kecelakaan kerja yang menelan korban jiwa tersebut.

Selain itu Bamsoet juga meminta Komisi V DPR mendorong pemerintah melakukan evaluasi semua proyek infrastruktur secara menyeluruh dan mengecek Standar Keamanan, Keselamatan, Kesehatan dan Keberlanjutan mengingat selalu ada korban terkait insiden tersebut.

Wakil rakyat dari Dapil Jawa Tengah ini juga mendorong pihak konsersium kontraktor proyek atau Penyedia Jasa konstruksi untuk mempertanggungjawabkan terjadinya insiden tersebut serta mengutamakan aspek keselamatan para pekerja dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja (KK).

Bamsoet juga mendorong Komisi V DPR RI untuk mendorong pemerintah dalamm pengerjaan pembangunan infrastruktur agar lebih cermat guna memanimalisir terjadinya kecelakaan pembangunan proyek infrastruktur.

Selain itu, Bamsoet juga meminta Komisi III DPR RI mendorong kepolisian untuk segera memproses hukum terhadap delapan kejadian kecalakaan pembangunan proyek infrastruktur agar memberikan rasa pertanggungjawaban yang tinggi serta lebih memperhatikan konsorsium kontraktor proyek.

Menanggapi dorongan dari pimpinan DPR RI, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Sigit Sosiantomo menyesalkan terjadinya kecelakaan kerja proyek infrastruktur tol Becakayu. “Peringatan keras harus diberikan kepada penyedia jasa konstruksi yang mengerjakan proyek ini, tidak saja kontraktor,” kata Sigit saat meninjau lokasi kejadian, Selasa, (20/2).

Sigit menduga ada proses tahapan kerja yang dilewati, sehingga kecelakaan ini terjadi. Tidak adanya konsultan pengawas diduga menjadi penyebab kecelakaan tersebut. Karena itu, Komisi V DPR akan memanggil pihak terkait atas dugaan ketidakpatuhan terhadap UU No.2/2017 tentang Jasa Konstruksi.

“Di lapangan tidak ada konsultan pengawas. Mestiya setiap pekerjaan yang sedang dikerjakan ada persetujuan konsultan pengawas. Tapi tadi saya sudah muter-muter tidak ada,” kata Sigit.

Dengan demikian kata Sigit, dalam waktu dekat ini Komisi V DPR akan melakukan pendalaman dan investigasi atas kejadian ini. “Ini ada preseden ketidakpatuhan terhadap UU. Kami meminta Kemen PUPR untuk adakan RDP terkait pelaksanaan UU No.2/2017 tentang Jasa Konstruksi.”

Seringnya peristiwa kecelakaan kerja tersebut menurut Sigit, meminta kepada KemenPUPR untuk tetap mengutamakan aspek keselamatan kerja. Karena pekerjaan jasa konstruksi ini memiliki risiko yang sangat tinggi.

“Ini pekerjaan beresiko tinggi. Kepada penyedia jasa konstruksi agar menjaga kualitas dan keselamatan kerja,” demikian Sigit Sosiantomo. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top