Pengawasan

PARLEMENTARIA.COM– Komisi X DPR RI membidangi pendidikan, pemuda, olahraga, kebudayaan, parawisata dan ekonomi kreatif melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Dipimpin Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, para wakil rakyat tersebut mengunjungi sejumlah potensi pawisata dan pusat kebudayaan di Kabupaten Berau. Dalam tinjauan pertama ke Bumi Batiwakkal itu, mereka melihat langsung Museum Gunung Tabur dan Keraton Sambaliung.

Dalam keterangan tertulis melalui WhatsApp (WA) kepada Parlementaria.com, Rabu (1/8), Hetifah yang juga Ketua Umum Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) tersebut mengatakan, kedatangan Komisi X DPR RI ke Berau bertujuan untuk melihat secara langsung situasi dan kondisi di daerah paling utara Kalimantan Timur ini yang berkaitan dengan tugas sebagai wakil rakyat di Komisi X di parlemen.

“Dalam kesempatan ini, kami dari Komisi X DPR RI turut mengajak Badan Ekonomi Kreatif dan mitra kerja terkait lainnya, supaya lebih terekspos lagi situasi di Kabupaten Berau ini,” ungkap Hetifah yang juga wakil rakyat dari Dapil Kalimantan Timur dan Utara ini.

Lebih lanjut, perempuan berhijab kelahiran Bandung mengatakan, sebelum kunjungan kerja Komisi X DPR RI didominasi ke ibu kota provinsi dan daerah sekitarnya sehingga dengan kunjungan ke Kabupaten Berau ini, merupakan sebuah upaya mendengarkan secara langsung aspirasi masyarakat Bumi Batiwakkal yang jauh dari ibu kota provinsi.

“Kami fokus utamanya dalam kunjungan ini adalah pariwisata, karena kami juga sudah mendukung seperti gelaran Maratua Jazz. Tapi nantinya apa lagi yang perlu kami lakukan, akan dihasilkan dari pertemuan dan peninjauan, dan kami siap tindaklanjuti tentunya.”

Ditambahkan, Kaltim dan Kaltara merupakan salah satu daerah tujuan wisata yang memiliki potensi budaya dan pariwisata menarik. Kaltim memiliki obyek wisata beragam, baik alam, agrowisata maupun budaya seperti wisata hutan tropis yang lebat dengan keanekaragaman jenis flora dan fauna liar dikawasan Taman Nasional Kutai atau keindahan bawah laut di Pulau Derawan. “Potensi ini tentu memerlukan strategi pengembangan dan promosi dari pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota di Kaltim,” kata Hetifah.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau, Mappasikra Mappaselleng yang mendampingi para wakil rakyat itu melakukan kunjungan membenarkan belum seluruh obyek wisata di Berau terekspos dan dikenal hingga ke luar daerah, bahkan luar negeri. “Masih banyak obyek wisata di kampung-kampung yang belum terekspos media,” kata dia.

Menurut Mappasikra, belum banyak tereksposnya obyek wisata ini karena terkendala akses menuju obyek wisata, salah satunya air terjung di Kampung Inaran, Kecamatan Sambaliung. Akses jalan menuju air terjun itu menyulitkan wisatawan datang, apalagi saat ini masih menggunakan jalur logging perusahaan kayu.

Ke depan, Mappasikra berharap para Kepala Kampung yang ada obyek wisatanya mau membuatkan jalan atau akses menuju tempat wisata yang ada di daerah mereka guna memudahkan wisatawan datang. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top