Pengawasan

Kunker ke Sulsel, DPR Temukan Pasien BPJS Rawat Inap Beli Obat di Luar RS

PARLEMENTARIA.COM– Komisi IX DPR RI yang membidangi kesehatan dan tenaga kerja dalam kunjungan kerja (kunker) ke Sulawesi Selatan pekan ini menemukan pasien peserta Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dalam perawatan inap do RSUD Lakipadada, Toraja harus membeli obat sendiri.

Syamsul Bachri yang dipercaya memimpin rombongan Kunker Komisi IX DPR RI ini dalam keterangannya, Selasa (31/7) mengatakan, pihaknya menemukan pasien peserta BPJS Kesehatan Kelas III yang tengah mendapat pelayanan di RSUD Lakipadada membeli obat sendiri.

“Kami kaget adanya temuan ini. Tim mengunjungi RSUD Lakipadada untuk mengetahui secara langsung bagaimana kondisi rumah sakit, infrastruktur, fasilitas dan pelayanan khususnya kepada pasien Kelas III. Di sini kami temukan pasien harus menebus obat di luar,” ungkap politisi Partai Golkar ini.

Kekagetan itu, lanjut Syamsul karena menurut ketentuan, peserta BPJS Kesehatan mendapatkan pelayanan di RS tidak boleh dipungut biaya apapun, apalagi menebus obat.

Kenapa demikian? “Karena pihak RS dengan BPJS Kesehatan sudah menandatangani kontrak kerja sama. Sehingga semua tindakan medis sesuai dengan petunjuk atau rekomendasi dari dokter itu harus dilayani oleh RS termasuk obat-obatan.”

Kepada para wakil rakyat, ada pasien yang mengaku membayar atau membeli obat di luar. Obat itu dikeluarkan berdasarkan resep dokter. Memang alasannya obat yg dimaksud tidak ada di RS alias harus beli di luar. “Kalau itu terjadi, seharusnya RS yang membelikannya ke luar, bukan pasien sendiri yang membelinya,” jelas Syamsul.

Ke depan, kata wakil rakyat dari Dapil Provinsi Sumatera Selatan tersebut, pihaknya akan kembali membahas hal tersebut dengan Menteri Kesehatan dan jajarannya agar Kemenkes memberikan pembinaan kepada RS yang memberikan pelayanan dengan BPJS Kesehatan. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top