Polhukam

Penghadangan Neno di Hang Nadim Bentuk Pelanggaran Hukum

PARLEMENTARIA.COM– Penghadangan Neno Warisman sekelompok orang di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Provinsi Kepuluan Riau (Kepri), Sabtu (28/7) petang merupakan bentuk pelanggaran hukum.

Malah Tim advokasi gerakan #2019GantiPresiden, Djudju Purwantoro menilai, tindakan penghadangan tersebut sebagai tindakan semena-mena dan anarkis.
“Penghadangan yang dilakukan sekelompok orang itu, merupakan tindakan semena-mena, anarkis dan melawan hukum,” kata Djudju dalam keterangan tertulis yang diterima Beritalima.com, Minggu (28/7).

Dikatakan, penghadangan terhadap Neno juga melanggar konvensi hukum internasional tentang Hak Asasi Manusia (HAM), dan Undang Undang tentang Penerbangan atau Bandara.

Sesuai dengan hukum internasional, Bandara harus menjadi area bebas dari kegiatan unjuk rasa dan kepentingan politis lainnya. Untuk itu, Djudju meminta aparat penegak hukum bertindak tegas dan profesional dengan memproses hukum perbuatan melanggar hukum di bandara dengan cara menghadang Neno.

“Kami minta aparat keamanan supaya bertindak tegas, adil serta profesional dengan cara memproses hukum para pelaku atau orang yang telah melakukan perbuatan melanggar hukum di Bandara Hang Nadim,” kata Djudju.

Terkait dengan agenda Neno ke Batam untuk mengadakan sosialisasi gerakan #2019GantiPresiden, Djudju mengatakan, itu merupakan hal yang sah, bukan melangar hukum karena sesuai UU No.9/1998 tentang Penyampaian Pendapat di muka umum, UU tentang Pemilu No.7/2017 dan PKPU/2017 tentang Pencalonan Presiden.

Bahkan Djudju menyebut, kegiatan serupa selama ini juga telah berlangsung di berbagai kota antara lain Jakarta, Medan, Solo dan lainnya yang diikuti oleh kelompok masyarakat setempat dengan lancar serta aman.

“#2019GantiPresiden adalah hak setiap warga negara yang konstitusional dan dilindungi undang-undang, jadi bukanlah perbuatan melanggar hukum normatif yang berlaku di negara ini,” jelas Djudju.

Seperti diberitakan berbagai media termasuk televisi, Neno sekelompok massa mau keluar dari Bandara Hang Nadim. Untunglah jajaran kepolisian dari Polda Kepuluan Riau dan TNI AD dari Kodam I Bukit Barisan cepat turun tangan.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Neno sempat ‘diamankan’ di dalam Bandara Hang Nadim. Sementara ratusan massa menunggu Neno ke luar dari Bandara.

Aparat keamanan mampu mengendalikan situasi dan mengevakuasi Neno keluar bandara pada Minggu, dini hari. Sempat terjadi keributan kecil ketika sebuah mobil yang membawa Neno keluar bandara. Namun, situasi segera kondusif.

Neno dijadwalkan menghadiri sebuah kegiatan tablig akbar dan deklarasi ‘2019 Ganti Presiden’ di Batam, hari ini. Dia diadang massa, yang membentangkan spanduk bertuliskan pesan-pesan penolakan kehadiran Neno.

“Saya sedih sekali, karena kan kita ini satu hal ya, objek vital itu enggak boleh ya ada massa berkumpul banyak. Kenapa mesti kayak gitu? Ya, saya sedih karena apa, kayak ada yang janggal gitu,” kata Neno dalam sebuah rekaman video yang ditayangkan TV One. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top