Polhukam

Ledia Hanifa Amaliah: Bangsa Indonesia Butuh Figur Pemimpin Nasionalis-Religius

PARLEMENTARIA.COM– Kekuatan umat akan menjadi faktor penting dalam prosesi pergantian kepemimpinan nasional tahun 2019. Kekuatan umat kini menjelma dari sebatas kekuatan endorsment menjadi kekuatan gerakan yang bisa mengubah peta politik nasional.

Hal tersebut dikatakan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS), Ledia Hanifa Amaliah dalam keterangan tertulis yang disampaikan melalui WhatsApp (WA) kepada Parlementaria.com, Jumat (27/7).

Dikatakan wakil rakyat dari Dapil Provinsi Jawa Barat I tersebut, sedari awal PKS terus membawa aspirasi umat untuk terlibat dalam prosesi pergantian kepemimpinan nasional dalam Pilpres 2019.

“Kemarin kita silaturahim dengan GNPF Ulama dan ormas-ormas Islam yang menitipkan amanah aspirasi umat dalam Pilpres 2019, kita akan perjuangkan agar ada elemen umat yang maju dalam percaturan Pilpres 2019,” papar perempuan cantik berhijab kelahiran 30 April 1969 ini.

Ledia juga menyebut hari ini dan esok GNPF Ulama menggelar Ijtima Ulama dalam memilih pasangan calon presiden sebagai penantang petahana. Ledia menyerukan agar capres penantang petahana betul-betul mendengarkan aspirasi umat dalam menentukan calon pendampingnya.

“Pasangan nasionalis-religius masih banyak diterima oleh masyarakat Indonesia. Kultur kita masih memandang sosok religius sebagai figur yang penting dalam kepemimpinan nasional baik sebagai capres maupun cawapres,” ungkap anggota Majelis Syuro partai berlambang Kapas dan Padi tersebut.

Ledia mengakui sejauh ini PKS masih terus melakukan komunikasi intensif dengan mitra koalisi untuk mencari figur yang pas guna mewujudkan #2019GantiPresiden.
“Dalam setiap komunikasi dengan mitra kita tekankan tentang aspirasi dari umat untuk menjadi pemimpin bangsa,” demikian Ledia Amalia. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top