Pengawasan

Ledia Hanifa Amaliah: AG dan APG 2018 Harus Ramah Disabilitas

PARLEMENTARIA.COM– Penyelenggaraan pesta olahraga antar negara se-Asia, Asean Games (AG) 2018 di Jakarta dan Palembang 18 Agustus-2 September dan Asian Para Games (APG) di Gelanggang Olahraga Bung Karno, 22-24 Desember mendatang harus ramah terhadap para penyandang disabilitas.

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ledia Hanifa Amaliah dalam keterangan pers yang dikirim ke Parlementaria.com melalui WhatsApp (WA), Jumat (27/7) mengatakan, hal itu sudah dipesankannya kepada para panitia penyelenggara Asian Games maupun Asian Para Games 2018.

Pesan itu disampaikan wakil rakyat dari Dapil Provinsi Jawa Barat I ini dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi X DPR RI dengan Inasgoc (penyelenggara AG), dan Inapgoc (penyelenggara APG), Sekretaris Kemenpora, Dirjen Cipta Karya Kemen PUPR, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin di Ruang Rapat, Nusantara I pekan ini.

Perempuan berhijab kelahiran Jakarta, 30 April 1969 tersebut yang juga mantan Ketua Panja RUU Disabilitas ini memberi apresiasi kepada Dirjen Cipta Karya dan Dirjen Perumahan terkait wisma atlet yang lebih ramah disabilitas.

Dikatakan, ini adalah sebuah kemajuan yang baik dan layak diapresiasi karena memenuhi hak bagi para atlet penyandang disabilitas. “Saya berharap, ini akan berlanjut terus ke berbagai sarana dan prasarana publik lainnya mengingat, ada atau tidak adanya APG, sesuai amanah UU No: 8/2016 Tentang Disabilitas, bangunan publik di Indonesia harus aksesibel, ramah disabilitas,” jelas Ledia.

Dia juga mengingatkan, penyelenggaraan AG dan APG, kali ini menjadi tantangan pembuktian pemerintah Indonesia untuk mewujudkan kesetaraan hak bagi para penyandang disabilitas. Baik atlet, tim pendukung, hingga penonton, semua berhak menikmati AG dan APG di Jakarta dan Palembang.

Karena itu, Ledia meminta Gubernur DKI Jakarta, Jawa Barat dan Sumatera Selatan yang telah berkomitmen menyiapkan tiket gratis pertandingan bagi para siswa sekolah, untuk tidak hanya memprioritaskan tiket kepada siswa berprestasi tetapi juga kepada para siswa penyandang disabilitas.

Ledia juga mengingatkan pelaksana acara soal tiket bagi penonton penyandang disabilitas. “Karena tempat penyandang disabilitas di stadion terbatas, sementara tiket bisa dibeli online, harus ada catatan pilihan tiket penyandang disabilitas. Ini untuk mencegah jangan sampai para penonton disabilitas kesulitan atau bahkan celaka.”

Untuk kegiatan APG, Ledia juga berharap para siswa sekolah diberikan undangan untuk hadir menonton pertandingan agar mereka memperoleh pelajaran mengenai semangat juang yang diperlihatkan oleh saudara-saudara mereka para atlet penyandang disabilitas.

“Saat hadir dan melihat bagaimana saudara-saudara mereka penyandang disabilitas punya fighting spirit yang luar biasa, itu bisa menjadi sharing pengalaman yang baik dan semoga bisa menular untuk dijadikan contoh dalam keseharian mereka,” demikian Ledia Hanifa Amaliah. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top