Polhukam

Pilpres 2019, Duel Jokowi vs Prabowo Kembali Terulang

PARLEMENTARIA.COM– Pemilihan Presiden (Pilpres), 17 April 2019 kemungkinan besar hanya diikuti dua pasangan calon (paslon) pasca Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bertemu dengan Ketua Dewan Pembina sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto di Perumahan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (24/7) malam.

Pasangan itu adalah Joko Widodo (Jokowi) sebagai petahana yang diusung koalisi besar yakni PDP, Partai Golkar, PPP, PKB, Nasdem, Hanura dan dua pendatang baru yakni Perindo dan PSI.

Walau belum ditetapkan siapa yang bakal mendampingi Jokowi sebagai cawapres, yang pasti sang incumbent bersaing dengan Prabowo Subianto yang didukung PKS dan Partai Demokrat. Sedangkan PAN tampak sudah mengambil ancang-ancang bergabung dengan koalisi di luar pemerintahan.

Prabowo sudah dipastikan maju pada Pilpres nanti karena ini sudah menjadi keputusan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Partai Gerindra di Hambalang beberpa bulan silam.

Namun, siapa yang bakal mendampingi Prabowo, juga belum ditetapkan karena Gerindra, Demokrat, PKS dan PAN yang terakhir merapat masih membicarakannya dalam pertemuan lanjutan. Dengan komposisi seperti ini, ‘duel Jokowi vs Prabowo kembali terulang.

PAN segera ingin melakukan pembahasan terkait nama calon pendamping Prabowo pada Pilpres nanti. “Diharapkan dalam waktu dekat ada pertemuan antara Gerindra, PAN, PKS, dan Demokrat,” kata Wakil Sekretaris Jenderal PAN, Saleh Partaonan Daulay kepada awak media, Rabu (25/7).

Menurut Saleh, kehadiran Demokrat sebagai parpol yang pernah berkuasa dua periode menjadi energi baru bagi barisan parpol non-koalisi pendukung Jokowi. Kehadiran Demokrat diharapkan membuat peluang koalisi semakin solid. “Demokrat disambut dalam koalisi ini,” kata Saleh.

Namun, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI ini berharap, saat pembahasan siapa yang bakal mendampingi Prabowo, masing-masing parpol diharapkan tidak memasang harga mati. “Kesepakatan secara musyawarah harus diutamakan pencapaiannya, sehingga koalisi tetap solid dan kuat. Semua kan bisa dimusyawarahkan,” kata dia.

Saleh juga berpendapat terkait komposisi pasangan capres dan cawapres yang pada akhirnya bisa diusung. Opsi pertama adalah pasangan yang sama-sama berasal dari koalisi parpol. Opsi kedua kombinasi figur yang mewakili koalisi parpol dan luar koalisi.

Sementara itu, opsi ketiga pasangan capres dan cawapres yang sama-sama berasal dari luar koalisi parpol. Dari ketiga itu, pilihan ketiga juga cukup menarik untuk dipertimbangkan.

“Saya lihat, duel Jokowi vs Prabowo kembali terulang. Apalagi dalam pilpres yang akan datang targetnya adalah kemenangan. Karena itu, harus dicari petarung yang siap segalanya untuk mengalahkan petahana,” demikian Saleh Partaonan Daulay. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top