Pengawasan

Lili Asdjudiredja Minta Pemerintah Menambah Rute Angkutan Kereta Api

PARLEMENTARIA.COM– Untuk mengurangi pemudik menggunakan kendaraan pribadi termasuk roda dua terutama pada masa liburan perayaan hari keagamaan seperti lebaran, pemerintah perlu menambah angkutan massal seperti Kereta Api (KA).

Hal itu dikatakan politisi senior Partai Golkar, Lili Asdjudiredja menjawab awak media terkait dengan laporan arus mudik dan arus balik Lebaran 2018 yang begitu tinggi. “Sebagai wakil rakyat di Komisi VI DPR RI, saya mendorong pemerintah dalam hal ini Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menambah jumlah dan rute angkutan massal,” kata Lili, Rabu (25/7).

Menurut wakil rakyat dari Dapil Provinsi Jawa Barat I tersebut, jumlah angkutan massal seperti Kereta Api (KA) harus ditambah. Angkutan KA lebih mudah diakses sehingga masyarakat tidak lagi menggunakan kendaraan pribadi termasuk sepeda motor. Apalagi, sepeda motor bukan dirancang untuk jarak jauh.

Kakek kelahiran Bandung 19 Juli 1941 tersebut menggambarkan, data mobil penumpang 2016 sudah 14 juta, sedangkan bus 2,5 juta, mobil barang 7 juta, kemudian sepeda motor 105 juta. Jumlahnya sekarang tentu bertambah, sehingga volume kendaraan akan cukup besar jika angkutan massal seperti KA tidak menambah rute perjalanan.

“Itu baru 2016 saja. Sehebat apapun pengaturan jalan yang dilakukan pada saat mudik, tentu tidak akan mengurangi kemacetan karena banyaknya masyarakat yang memilih menggunakan kendaraan pribadi. Hal ini yang menurut saya angkutan massal seperti kereta api harus lebih banyak,” papar dia.

Terkait dengan berbagai kecelakaan transportai sepanjang lebaran lalu termasuk tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun di Danau Toba dan kapal ferry yang menyeberangkan penumpang dari Pulau Sulawesi ke Pulau Selayar, Lili mengatakan, setiap korban yang tidak ditemukan harus diberikan asuransi yang sesuai, dan jangan sampai terabaikan.

“Bagaimana kelanjutannya untuk para korban yang masih belum ditemukan? Kalau misalnya tidak dilanjutkan lagi pencariannya dan sudah berhenti sampai di situ, para korban yang tidak ditemukan harus diberikan asuransi yang sesuai. Jangan sampai terabaikan,” demikian Lili Asdjudiredja. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top