Polhukam

Indonesia Diharapkan Jadi Pemimpin di Kawasan Pacific

PARLEMENTARIA.COM– Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia diharapkan dapat menjadi pemimpin di Kawasan Pasifik. Selain letak geografis Indonesia yang strategis, kinerja dan ketahanan ekonomi domestik di tengah krisis ekonomi regional dan global menjadi nilai tambah buat Indonesia.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon menanggapi hasil pertemuan Forum Parlemen Indonesia-Pasific (Indonesia – Pasific Parliamsntary Partnership) atau IPPP di Jakarta, awal pekan ini. “Dalam pertemuan-pertemuan bilateral disampaikan, mereka berharap Indonesia menjadi leader, pengambil inisiatif untuk Kawasan Pasifik,” kata Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini.

Pada tingkat kawasan, Indonesia merupakan kekuatan ekonomi baru dengan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) hampir 862 miliar dolar AS. Sisi lain, sebagai salah satu Anggota G-20, yang dalam beberapa dasawarsa ke depan akan menjadi salah satu dari 4 negara berpengaruh di bidang ekonomi di dunia.

“Selain di bidang ekonomi, Indonesia dipandang sebagai negara demokrasi terbesar dunia dan juga selalu terbuka dan ingin bekerja sama dengan negara-negara yang ada di Pasifik,” terang Wakil Ketua DPR bidang Kordinator Politik dan Kemanan ini.

Ditambahkan wakil rakyat dari Dapil Provinsi Jawa Barat V ini, hampir semua delegasi dari negara yang hadir menyampaikan forum ini sebenarnya terlambat. Artinya, sebagai negara besar Indonesia seharusnya sudah sejak lama menjadi inisiator forum kerja sama seperti ini. “Mereka sebenarnya sudah lama memimpikan ada forum kerja sama semacam ini dengan Indonesia, yang mereka sebut Indonesia sebagai ‘kakak’.”

Fadli menambahkan, forum IPPP yang mengangkat tema Human Development and Maritime Sustainability ini menghasilkan beberapa rekomendasi yang akan diteruskan kepada pemerintah sebagai kesepakatan bersama delegasi. Beberapa yang telah disepakati, diantaranya: meningkatkan konektivitas regional untuk pertumbuhan ekonomi dengan menegakkan prinsip non-interfensi dalam urusan internal masing-masing negara.

Pada bidang kemaritiman, semua delegasi sepakat mempromosikan potensi ekonomi biru untuk memastikan pengembangan sumber daya laut yang berkelanjutan, meningkatkan keamanan di kawasan serta pengembangan masyarakat pesisir. Mengingat negara-negara peserta konferensi merupakan negara maritim, yang memiliki garis pantai yang panjang.

Untuk diketahui, IPPP merupakan inisiatif DPR RI untuk mendukung kepentingan nasional di tengah-tengah negara tetangga di Kawasan Pasifik. Ini juga menggambarkan sinergitas antara DPR RI dan pemerintah dalam melakukan diplomasi.

Diharapkan IPPP tidak berhenti hanya di sini, di level strategis semata. Forum ini dilanjutkan di tahun-tahun mendatang dalam upaya memperkuat kemitraan di Pasifik, demi memajukan kesejahteraan bersama dan menciptakan Kawasan Pasifik yang selalu teduh, stabil dan damai sebagaimana yang telah dipesankan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam Pidato Pembukaan IPPP mewakili pemerintah. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top