Polhukam

Forum IPPP, Fadli Zon: Negara Pacific Minta Maaf Soal Dukung Papua Merdeka

PARLEMENTARIA.COM– Negara-negara kecil di kawasan Pacific melalui parlemennya yang ikut Forum Parlemen Indonesia-Pasific (Indonesia – Pasific Parliamsntary Partnership)dengan tema Human Development and Maritime Sustainability) meminta maaf kepada Indonesia soal dukungan Papua Merdeka dari negara mereka.

Forum Parlemen Indonesia-Pasific yang dibuka Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo dengan pembicara kunci (keynote speaker) Wakil Presiden (Wapres), Muhammad Jusuf Kalla tersebut diikuti 16 negara.

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon kepada awak media di sela-sela pertemuan Parlemen Indonesia-Pacific di Hotel Hyatt, Jakarta, Senin (23/7) mengatakan, di forum ini mereka menyatakan minta maaf akan dukungan Papua Merdeka.

Dukungan itu, kata Fadli Zon, karena ketidaktahuan tentang Papua yang sebenarnya. Mereka menyatakan, info yang mereka dapat tentang Papua selama ini sepotong-potong sehingga terbujuk untuk menyatakan Papua merdeka. “Setelah mendapat info yang lengkap di forum ini, mereka menyatakan tidak akan mengungkit soal Papua merdeka lagi,” kata Fadli.

Dengan demikian, lanjut Fadli Zon yang juga Wakil Ketua Umum partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tersebut, isu dukungan Papua merdeka di negara Pasifik sudah bisa diredam.

“Dan, dengan keterangan yang kita berikan, sekarang mereka sudah paham bagaimana sebenarnya yang terjadi di Papua sehingga negara-negara Pacific itu meminta maaf kepada Indonesia. Papua aman di pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelas wakil rakyat dari Dapil Bogor ini.

Pada kesempatan serupa, Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Nurhayati Ali Assegaf yang didampingi Fadli Zon saat memberi keterangan pers mengatakan, niic tersebut ingin belajar dari Indonesia tentang cara membuat kuota untuk perempuan di parlemen.

Menurut politisi perempuan dari Partai Demokrat tersebut, jumlah perempuan di Parlemen mereka tidak sebanyak seperti di Indonesia. “Karena itu, mereka ingin belajar dari kita,” kata wakil rakyat dari Dapil Jawa Timur tersebut.

Menurut Nurhayati, soal perempuan memang masuk dalam materi pembahasan yang tidak saja untuk ibu melainkan juga wanita muda dan anak-anak selain tentang peningkatan kesehatan mereka, juga kesejahteraan dan pendidikan.

Sebenarnya, kata fungsionaris partai berlambang Bintang Mercy tersebut, soal perempuan di parlemen bagi mereka tidak asing. Hanya saja, melihat jumlah perempuan begitu banyak di Parlemen Indonesia, mereka menjadi terinspirasi untuk meniru. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top