Pengawasan

Bangun Wisata, Desa Ngroto Butuh Dana dan Pembinaan Pemerintah

PARLEMENTARIA.COM– Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur masuk 100 desa terbaik dalam Indeks Desa Membangun (IDM) Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

“Penilaian itu membuktikan masyarakat Desa Ngroto sadar pentingnya pembangunan dan pengembangan desa,” ungkap Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ibnu Munzir dalam keterangan tertulis yang diterima Beritalima.com, Selasa (24/7).

Ibnu memimpin Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi V DPR RI ke Desa Ngroto, Pujon, Kabupaten Malang, Jatim, akhir pekan lalu. Kunjungan ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Ngroto dan pertemuan dengan aparat Desa Ngroto.

Para wakil rakyat yang membidangi infrastruktur dan transportasi tersebut dalam kunjungannya didampingi Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Kemendes PDTT, Taufik Madjid dan Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu (PDTU) Kemendes PDTT, Johozua M Yoltuwu.

“Pemenang IDM dari segi kesadaran warga menghadapi perkembangan semakin bagus. Dan, terbukti kesadaran mereka untuk menopang perkembangan BUMDes cukup banyak,” kata politisi senior Partai Golkar kelahiran Jeneponton, Sulawesi Selatan, 11 Nopember 1960.

Dikatakan, masyarakat desa Ngroto juga sudah mulai membangun wisata. Sosialisasi dilakukan masyarakat setempat melalui media sosial. “Hal itu gambaran kesadaran masyarakat terhadap pertumbuhan dan perkembangan desa melalui usaha dan BUMDes. Saya kira pantas kalau Desa Ngroto ini mendapatkan predikat itu,” puji Ibnu.

Ditambahkan, berbagai kegiatan yang dilakukan Desa Ngroto ini sudah sesuai dengan apa yang dicanangkan oleh Undang-Undang Desa. Namun, ada potensi yang bisa lebih dikembangkan di Desa Ngroto ini.

Contohnya, adanya variasi usaha, sehingga potensi yang ada di desa tersebut bisa menjadi aset yang bisa dikelola dengan pendekatan usaha. Selain itu, kerja sama dengan sektor swasta juga dimungkinkan dalam pengembangan BUMDes di Desa Ngroto.

Buat DPR. kata Ibnu, desa Ngroto menjadi satu contoh, dan mudah-mudahan ini bisa bergulir ke seluruh desa di seluruh Indonesia. Kalau ini terjadi, pertumbuhan dari desa bisa menopang perkembangan kota.

“Dan, apa yang direncanakan untuk mensejahterakan masyarakat secara merata dan konsep Presiden Jokowi untuk perkembangan Indonesia sentris itu bisa terwujud. Dan melalui pola itu, Komisi V akan mendukung itu,” optimis politisi dapil Sulawesi Barat itu.

Sebelumnya, Taufik Madjid menjelaskan, tahun ini pihaknya mengalokasikan anggaran Rp314 miliar untuk sejumlah wilayah di Kabupaten Malang. Beberapa daerah mendapatkan bantuan untuk pembangunan sarana dan prasarana pariwisata, pembangunan embung, dan bantuan kepada 10 BUMDes. Dana Desa sudah disalurkan 100 persen.

Kepala Desa Ngroto, Prayogi mengatakan, desa yang dipimpinnya punya banyak potensi. Salah satunya sumber mata air yang perlu pengelolaan untuk wisata dan kepentingan pertanian.

Pertanian tersebut nantinya juga direncanakan untuk konsep wisata. Namun, Prayogi mengakui bahwa masih perlunya bantuan dan pembinaan dari pemerintah untuk mengembangkan Desa Ngroto agar lebih maju.

Kendala yang dihadapi adalah anggaran belum mencakup sampai ke sana sehingga untuk bidang perekonomian, masih banyak sekali perlu dukungan, walau IDM nilai 94. “Melalui BUMDes Desa Ngroto, kami butuh bantuan pembinaan seperti peningkatan kapasitasnya, pengelolaan manajemennya dan dasar hukumnya seperti apa. Harapan kami ada sinergitas, karena BUMDes untuk peningkatan perekonomian masyarakat,” demikian Suprayogi. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top