Polhukam

Anang: Indonesia Butuh Lembaga Khusus Urus Para Juara

PARLEMENTARIA.COM– Setelah mendaftarkan bakal calon anggota legislatif (bacaleg) untuk pemilu 2019 ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI langsung tancap gas.

Fraksi partai berlambang Padi dan Kapas itu menyiagakan para anggota legislatif pusat dan daerah seluruh Indonesia dalam acara rapat kerja, konsolidasi dan halal bi halal dengan tema ‘Rapatkan Barisan Menyongsong Kemenangan 2019’ di Jakarta, Kamis dan Jumat pekan ini.

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW) dalam arahannya menegaskan pentingnya pemahaman yang benar tentang tujuan kader PKS dalam berpolitik.

Dikatan HNW yang juga Wakil Ketua MPR RI itu, politik hanyalah sarana dakwah untuk mencapai tujuan dari dakwah itu sendiri. Berpolitik adalah untuk mencerahkan pemahaman umat dan menggerakan pemikiran dan tindakannya ke dalam jalan dakwah.

“Semangat ini yang harus kita bawa dalam dakwah politik melalui partai politik, maupun parlemen. Kita harus bisa membentuk koalisi kebajikan yang berkhidmat bagi kepentingan rakyat, untuk memenangkan keadilan dan mengalahkan kedzoliman,” kata HNW.

Untuk itu, kata wakil rakyat dari Dapil Jakarta Timur ini, perlu upaya-upaya serius meraih kemenangan dan itu berproses serta jalannya berliku. PKS harus lolos Parliamentary Threshold (PT).

“Dulu waktu masih bernama Partai Keadilan (PK) kita pernah tidak lolos PT dan itu menyakitkan. Namun, hal tersebut menjadi triger bagi kemenangan berikutnya. Kita juga bisa mengambil inspirasi dari kemenangan Mahatir di Malaysia, bagaimana ia bisa comeback, juga kemenangan Erdogan di Turki untuk kesekian kalinya.”

Sementara itu, Presiden PKS Muhammad Sohibul Iman, dalam arahannya mengungkapkan betapa efektifnya mesin politik PKS dalam pilkada 2018. PKS menang 50 persen pilkada. Meski beberapa belum sesuai harapan, tapi di sejumlah daerah seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah mesin PKS berhasil membalikkan hasil survei secara signifikan dalam waktu terbatas.

“Fenomena mesin PKS ini akan terus beresonansi untuk mencapai kemenangan Pemilu 2019, sehingga siap bekerja efektif memenangkan PKS pada Pemilu 2019,” ungkap Sohibul.

Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini mengatakan, acara ini sengaja diselenggarakan setelah pendaftaran bacaleg untuk memantapkan kesiap-siagaan Fraksi PKS di seluruh Indonesia mendukung kemenangan PKS di Pemilu 2019.

“Fraksi PKS pusat dan daerah ini adalah ujung tombak dan garda terdepan perjuangan PKS. Menjelang pemilu 2019, kami pastikan kerja-kerja untuk rakyat akan semakin kuat dan kokoh. Pembelaan terhadap permasalahan rakyat dan umat akan semakin nyata dirasakan,” tandas Jazuli.

PKS, kata Jazuli, telah mendaftarkan 538 bacaleg untuk DPR RI di 80 daerah pemilihan dan ribuan bacaleg untuk DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota. Target suara nasional PKS 12 persen dan menjadi Partai Papan Atas membutuhkan kerja-kerja yang kongkrit, fokus, dan terukur.

“PKS punya 40 anggota DPR dan 1200-an Anggota DPRD di seluruh Indonesia dengan kualitas personal dan kolektif yang luar biasa. Ditambah dengan soliditas dan militansi kader-kader PKS yang sudah terbukti selama ini Insya Allah raihan suara PKS akan meningkat sesuai target.”

Anggota Komisi I ini dalam amanatnya menekankan pentingnya peningkatan kinerja, kiprah dan perluasan jaringan serta silaturahim Aleg PKS ke semua komponen dan lapisan masyarakat.

Anggota Legislatif PKS harus lebih aktif lagi turun ke bawah, silaturahim dengan alim ulama dan habaib, bersinergi dengan ormas dan LSM dalam membangun kepedulian sosial dan mengadvokasi kebutuhan rakyat, serta turut menjaga keindonesiaan. “Ingat garis perjuangan PKS pro-kerakyatan, pro-keummatan dan pro-pengokohan nasionalisme Indonesia.

Di tengah persaingan politik yang semakin panas, Jazuli meminta politisi PKS tetap tampil santun dan elegan, menjaga marwah partai, dan menunjukkan karakter seorang dai.

“Kontestasi politik ini hanyalah ajang perlombaan untuk mengisi ruang kontribusi yang lebih besar bagi rakyat. Jangan sampai mengorbankan kepentingan bangsa yang lebih besar. Politisi PKS harus tampil santun, elegan, atraktif namun tetap simpatik dalam pembawaan di ruang-ruang publik, jangan malah bikin antipati rakyat,” ulang dia.

Karakter di atas menurut Jazuli penting untuk dijaga dan dipertahankan karena menunjukkan diferensiasi politisi PKS dibandingkan politisi dari partai lain.

“PKS ini adalah partai dakwah, maka subtansi kebaikan harus disampaikan dengan cara-cara yang baik agar rakyat semakin tertarik dan bersimpati kepada PKS, lalu dengan itu mereka akan memilih PKS pada pemilu 2019 mendatang,” demikian Jazuli Juwaini. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top