Pengawasan

DPR: Hentikan Peredaran Berlabel SMK Sampai Ada Keterangan Produsen

PARLEMENTARIA.COM– Temuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tentang Susu Kental Manis (SKM) tidak mengandung susu langsung mendapat tanggapan positif dari para wakil rakyat di parlemen.

Soalnya, SKM yang selama ini diyakini konsumen mengandung susu justru berbahaya buat kesehatan mereka yang menkonsumsinya karena dapat menimbulkan diabetes.

Karena itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay menyarankan agar produk berlabel SKM yang tidak jelas kandungan nutrisinya, dihentikan sementara peredarannya dari pemasaran.

Selain itu, politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut juga mendesak produsen SKM memberi penjelasan yang sebenar-benarnya soal kandungan yang ada di produk tersebut.

Menurut wakil rakyat dari Dapil Sumatera Utara ini, sebelum ada penjelasan resmi dari produsen, penjualan SKM harus dihentikan. Sebab, pada kemasan itu secara masih tertulis susu kental manis.

“Kalau memang tidak mengandung susu seperti temuan BPOM, tentu tidak layak dipasarkan dengan label seperti itu,” ungkap wakil rakyat yang membidangi Komisi Kesehatan dan Tenaga Kerja ini kepada Possore,com melalui pesan singkat, Minggu (8/7).

Seperti diberitakan, sebelumnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menginformasikan kepada BPOM selaku pengawas izin edar produk makanan, minuman dan kosmetik untuk memperhatikan produk kental manis agar tidak dikategorikan sebagai produk susu bernutrisi untuk menambah asupan gizi.

Produk SKM yang dipasarkan oleh produsen, kata Saleh, harus jelas nutrisinya. Jangan sampai masyarakat membeli produk yang tidak mengandung nutirisi yang baik seperti yang diiklankan.

“Kalau melihat iklannya, susu kental manis ini kan sangat bergizi. Lalu ada temuan seperti ini. Sudah sepatutnya kita mendapatkan penjelasan resmi dari produsen. Jangan sampai terkesan ada unsur penipuan di dalamnya,” politisi senior ini.

Dikatakan, BPOM telah menerbitkan empat larangan untuk label dan iklan susu kental manis. Karena produk yang dimaksud tidak mengandung susu sapi, justru malah mengandung lebih dari 40 persen gula, sehingga selain merusak gigi, produk ini juga tidak memiliki kandungan gizi susu.

Karena yang dikandung hanya 8 persen lemak susu. Menanggapi masalah ini, Komisi IX akan kembali meminta klarifikasi dari BPOM. Walau pernah disinggung dalam rapat, Komisi IX akan meminta klarifikasi langsung kepada BPOM terkait susu kental manis ini.

“Pernyataan media yang mereka sampaikan telah menimbulkan kegelisahan di masyarakat. Apalagi selama ini, masyarakat banyak yang mengkonsumsi susu kaleng kental manis untuk menambah nutrisi keluarga,” demikian Saleh Partaonan Daulay. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top