Polhukam

Telah Didik Umat, Pemerintah Harus Beri Perhatian Khusus Kepada Ustadz

PARLEMENTARIA.COM– Pemerintah dibawah pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus memberikan perhatian khusus kepada para ustadz dan ustadzah yang telah membaktikan diri mereka dalam mendidik umat Islam di Indonsia.

Salah satu perhatian khusus itu, kata Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo saat menerima Pengurus Pusat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) di ruang kerja pimpinan DPR RI Gedung Nusantara III Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (4/7), melalui pemberian insentif dari Kementerian Agama maupun kementerian terkait lainnya.

Cara ini, kata Bambang, sekaligus untuk mensukseskan program Revolusi Mental dan Nawacita yang digagas Presiden Jokowi. Peningkatan kesejahteraan ustadz dan ustadzah penting.

Mereka guru yang telah memberikan tuntunan nilai agar hidup kita tidak melenceng dari norma-norma keagamaan. “Melalui BKPRMI, saya akan usahakan para ustadz dan ustadzah bisa mendapatkan insentif tambahan dari negara,” kata politisi senior Partai Golkar ini,

Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini berjanji untuk menjembatani BKPRMI dengan Kementerian Agama (Kemenag) maupun Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sehingga bisa dilakukan pembinaan secara serius.

“Saya akan meminta Komisi X maupun komisi terkait di DPR RI melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan BKPRMI agar bisa ditampung dan ditindaklanjuti berbagai aspirasinya. Jangan sampai sumbangsih para ustad-ustadzah maupun kerja pengabdian BKPRMI menjadi sia-sia karena tidak ada yang memberi perhatian.”

Laki-laki kelahiran Jakarta, 10 September 1962 tersebut juga meminta BKPRMI menjadikan masjid dan mushola bukan hanya sebagai pusat pengembangangan keagamaan, tetapi juga sebagai pusat peradaban kebudayaan. Masjid dan mushola harus menjadi perekat persaudaraan, bukan menjadi tempat memecah belah masyarakat.

“Saya harap BKPMRI ikut menumbuhkembangkan semangat persaudaraan sebagai sesama bangsa, terutama dalam menghadapi Pemilu 2019, jangan sampai kita terpecah belah karena kepentingan elite politik yang haus akan kekuasaan. Berbeda pilihan itu hal yang biasa, namun menyebabkan jurang permusuhan karena perbedaan, itu yang tak boleh sampai terjadi,” demikian Bambang Soesatyo.

Dalam pertemuan itu, Ketua Umum BKPRMI Said Aldi Al Idrus menerangkan, saat ini ada sekitar 16.000 masjid dan mushola dengan 975.000 ustad-ustadzah yang dibina BKPRMI. Tak hanya itu, BKPRMI juga sedang melahirkan 1 juta wirausaha pemula.

“Kita sangat senang apabila para ustad-ustadzah yang jumlahnya ribuan ini bisa mendapatkan perhatian dan pembinaan khusus dari negara. Saat ini para ustad-ustadzah hanya mendapat insentif dari patungan masyarakat, ada yang setiap bulan hanya mendapatkan Rp 150.000 sampai Rp 500.000 saja,” ujar Said Aldi Al Idrus. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top