Polhukam

Hinca Tidak Menapik Wacana Duet JK-AHY Pilpres 2019

PARLEMENTARIA.COM– Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan tidak menampik adanya wacana untuk menduetkan M Jusuf Kalla (JK) dipasangkan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk Pemilu Presiden 2019.

Itu dikatakan Hinca menanggapi turut pertemuan antara Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di kediaman presiden Indonesia pertama pilihan rakyat itu di wilayah Kuningan, Jakarta Selatan Senin (25/6) malam.

“Kalau kami sebagai pekerja politik bertemu, tentu memperbincangkan politik karena pertemuan itu sudah bagian dari politik. Kalau ada yang mengawin-kawinkan JK-AHY. JK-AHY itu juga teman-teman yang bilang. Kami juga tak mungkin menolak itu,” kata Hinca di Jakarta, Rabu (27/6).

Dikatakan wakil rakyat dari Dapil Sumatera Utara ini, Demokrat membiarkan diskusi soal capres dan cawapres berjalan. Meski dia belum tahu kepastian keputusan partai yang terjadi nantinya.

Namun, ungkap Hinca, kunjungan JK ke sejumlah tokoh bangsa dianggap sebagai langkah politik yang dinamis. Kalau dikalangan kader Demokrat banyak pendapat. Pendapat mereka macam-macam.

“Waktu diskusi di puncak, kami buat polling. Macam-macam jawabannya. Ada yang bilang pasangan ini, pasangan itu. Jadi, pasangan ini saya kira normal sampai nanti partai memutuskan A, semua kader ikut. Tapi kalau gagasannya tentu semua orang akan kita mintai pandangan untuk 40 hari ke depan.”

Diakui, nama JK-AHY memang muncul dalam diskusi di internal Partai Demokrat. Munculnya berbagai nama ini menurut Hinca bagus, sebab menunjukkan kader Demokrat peduli dengan masa depan bangsa lima tahun ke depan.

“Kami punya pengalaman 5 tahun bersama saat SBY Presiden dan juga punya pengalaman sama-sama pas SBY dan JK jadi Menko. Jadi, mereka punya pengalaman yang luar biasa, ketika bersama dan berseberangan pun itu sama punya pengalaman luar biasa,” kata Hinca.

Ditanya seberapa serius Demokrat menginginkan JK-AHY, Hinca mengatakan, hal ini akan diputuskan di menit-menit terakhir. “Menurut hitung-hitungan saya ini politik last minute karena mungkin yang satu nunggu yang sana siapa dan yang sini nunggu yang sana siapa,” demikian Hinca Pandjaitan. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top