Polhukam

Di Gedung KPK, Marzuki Alie Mengaku Tidak Kenal Dengan Keponakan Setnov

PARLEMENTARIA.COM– Ketua DPR RI 2009-2014, Marzuki Alie mengaku tidak mengenal keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi dan pengusaha Made Oka Masagung yang menjadi tersangka dalam perkara korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik.

“Ya, semuanya tidak kenal. Ada dua berita acara Irvanto sama Made Oka, Irvanto itu keponakannya Pak Novanto. Made Oka itu anaknya Masagung, saya tidak tahu,” ungkap Marzuki kepada awak media usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi tersangka Made Oka dan Irvanto di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (26/6).

Mantan Sekjen DPP Partai Demokrat itu mengaku, hanya mengenal mantan Ketua DPR RI Setya Novanto, yang sudah dipidana karena terbukti bersalah dalam sidang perkara korupsi dalam pengadaan KTP elektronik. “Tidak mengenal sama sekali. Semua yang disebut tersangka koruptor itu tidak ada yang saya kenal kecuali.”

Dikatakan Marzuki, pertanyaan penyidik kepada dia dalam pemeriksaan kali ini sama seperti yang diajukan saat dia bersaksi untuk tersangka kasus KTP elektronik lainnya seperti Andi Agustinus (Andi Narogong) dan Anang Sugiana Sudihardjo. “Ditanya dengan pertanyaan yang sama untuk tersangka yang berbeda,” ucap Marzuki.

Nama Marzuki pernah disebut dalam dakwaan terhadap mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Irman dan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan, Sugiharto.

Dalam dakwaan terhadap mereka, disebut Marzuki menerima Rp20 miliar terkait proyek KTP Elektronik Rp5,95 triliun. Irvanto dan Made Oka, pengusaha sekaligus rekan Novanto, telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi KTP elektronik itu, 28 Februari lalu.

Irvanto diduga sejak awal mengikuti proses pengadaan KTP elektronik dengan perusahaannya, PT Murakabi Sejahtera, dan ikut beberapa kali pertemuan di Ruko Fatmawati bersama tim penyedia barang proyek e-KTP serta diduga telah mengetahui ada permintaan bayaran untuk mempermudah proses pengurusan anggarannya.

Irvanto diduga menerima total 3,4 juta dolar AS para periode 19 Januari-19 Februari 2012 yang diperuntukkan kepada Novanto. Sedangkan Made Oka, pemilik PT Delta Energy di Singapura, perusahaannya diduga menjadi penampung dana.

Made Oka melalui kedua perusahaannya diduga menerima total 3,8 juta dolar AS yang diperuntukkan kepada Novanto yang terdiri atas 1,8 juta dolar AS melalui perusahaan OEM Investment Pte Ltd dari Biomorf Mauritius dan melalui rekening PT Delta Energy sebesar 2 juta dolar AS. Made Oka diduga menjadi perantara uang suap untuk anggota DPR. (art/ant)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top