Polhukam

Saling Sindir Akhiri Debat Calon Gubernur Jawa Tengah di Hotel Patrajasa

PARLEMENTARIA.COM– Saling sindir terjadi pada debat terakhir Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah 2018 antara pasangan calon Ganjar Pranowo-Taj Yasin dan Sudirman Said-Ida Fauziyah yang digelar di Hotel Patrajasa, Semarang, Kamis (21/6).

Sindiran dilancarkan pasangan cagub Sudirman Said. Ia memulai pembicaraan dengan bertanya kepada Ganjar tekait kegagalannya memimpin Jawa Tengah selama lima tahun memimpin.

“Selama lima tahun Pak Ganjar memimpin saya hanya tanya apa yang kurang atau gagal? Karena penting untuk lima tahun saya menggantikan,” tanya Sudirman.

Ganjar pun angkat bicara. Pria berambut putih itu langsung meminta Sudirman untuk melihat data yang terbuka untuk publik. “Masyarakat bisa melihat data, silakan dinilai mana yang berhasil dan tidak. Saya yakin Pak Dirman dan Bu Ida sudah bisa melihat,” kata dia.

Ganjar menguraikan jika progam pemerintahan yang bersih dan murah akan menjadi prioritas. Melalui tiga gerakan utama yakni pembangunan makin diratakan, melibatkan banyak orang serta gotong royong.

Sudirman menanggapi dengan menyebutkan data, masih ada 4,3 juta petani di Jawa Tengah belum sejahtera, 230 nelayan berjuang sendiri serta ada 200 ribu lebih guru honorer yang susah.

“Kami punya 22 janji kerja dengan pesan utama: pengurangan kemiskinan, 5 juta lapangan kerja, satu juta wirausahawan perempuan dan pemerintahan bersih. Kami bersepakat memberikan keteladanan. Kepemimpinan bersih menjadi hal utama agar tak ada lagi pemimpin ditangkap KPK.”

Sebelum debat pamungkas Pilgub Jateng 2018, Sudirman Said menggelar doa bersama di posko relawan Merah Putih Semarang. Sudirman juga menyaksikan bazar produk kerajinan hasil program Ayo Obah yang diinisiasi dari pogram OKE OCE DKI Jakarta. Program kewirausahaan ini menyasar 573 kecamatan se Jawa Tengah.

Sudirman mengatakan, debat terakhir menjadi penting untuk kelancarannya dan Ida Fauziyah memenangi Pilgub 27 Juni nanti. Ia memerintahkan kepada semua relawan dan parpol koalisinya untuk memperketat pengawasan Data Pemilih Tetap (DPT) dalam proses coblosan nanti.

“Jangan tolelir kecurangan. Kita semua bersama relawan harus pelototi DPT sampai suara yang mendukung kita dapat diselesaikan dengan baik. Karena hanya kecurangan yang bisa mengalahkan kita,” kata Sudirman.

Mantan Menteri ESDM itu mengaku semakin percaya diri memenangkan kontestasi Pilgub Jateng sehingga 27 Juni nanti dapat menyongsong pemimpim baru bagi Jawa Tengah.

Dia juga optimistis mampu mencabut sejumlah program yang memberatkan masyarakat Jawa Tengah. Kartu Tani dan mengedepankan kesejahteraan guru serta nelayan disebutnya merupakan priotitas bila dirinya terpilih menjadi gubernur untuk periode mendatang. “Kami akan cabut Kartu Tani. Kami akan sejahterakan guru dan elemen nelayan dengan membantu memperjuangkan hak-haknya dengan baik,”

Sudirman mengajak relawan Ayo Obah untuk berikhtiar dalam memenangkan pertarungan Pilgub. Ia menyebut kemenangan merupakan hal mutlak agar proses demokrasi bisa menjadi alat untuk mewujudkan nilai-nilai keadilan sosial.

“Malam ini jadi malam penting karena ada debat kandidat terakhir. Setelah itu, beberapa hari ke depan kita akan sosialisasi kepada masyarakat. Ketum DPP Gerindra dan tokoh-tokoh nasional dalam waktu dekat akan menggelar kampanye akbar pemenangan Pilgub,” demikian Sudirman Said. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top