Polhukam

Mardani: Bila Gugatan PT Dikabulkan MK, Maaf Jokowi Tidak Punya Pendukung

PARLEMENTARIA.COM– Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS), Mardani Ali Sera mendukung langkah sejumlah tokoh mengajukan uji materi pasal 222 mengenai Presidential Threshold (ambang batas pencalonan presiden) 20 persen kursi legislatif, atau 25 persen suara sah nasional agar dihilangkan atau nol persen ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Itu upaya publik untuk mengembalikan Presidential Threshold sesuai haknya. Nol persen jauh lebih baik,” kata Mardani usai rilis survei Pilkada 4 Provinsi oleh Roda Tiga Konsultan di kawasan Fatmawati, Jakarta, Jumat (22/6).

Anggota Komisi II DPR itu menjelaskan presidential threshold 20 persen sudah kurang pas digunakan dalam Pemilu 2019 mendatang. Karena jumlah tersebut sudah digunakan dalam Pemilu 2014. “Nol persen membuat Indonesia dapat merasakan siapa orang terbaik muncul tanpa harus terikat kesepakatan politik 20 persen,” kata dia.

Ditambahkan, bila gugatan tokoh dan organisasi pemerhati Pemilu dikabulkan MK, hal itu akan mengubah konstelasi politik nasional pada Pemilu 2019. “Maaf, Pak Jokowi bisa-bisa tidak punya banyak pendukung,” kata dia.

Bila MK mengabulkan presidential threshold nol persen, Mardani memastikan, PKS juga akan mengajukan calon presiden pada Pemilu 2019. “Kalau nol persen kami yakin nyalon sendiri,” tegas dia.

Sebelumnya, mantan Komisioner KPU, Hadar Nafis Gumay, menegaskan gugatan atas presidential threshold ke Mahkamah Konstitusi bersih dari muatan kepentingan politik dan partai politik.

“Kami menegaskan pera pemohon orang non partisan. Tidak ada tujuan, kepentingan pasangan calon atau parpol tertentu dalam pemilihan presiden,” kata Hadar di Gedung MK, Jakarta, Kamis (21/6).

Mereka yang melakukan gugatatan pasal PT ke MK yakni: Busyro Muqoddas (mantan Ketua KPK dan Ketua KY), Chatib Basri (mantan Menteri Keuangan), Hadar N. Gumay (mantan Pimpinan KPU), Bambang Widjojanto (mantan Pimpinan KPK), Faisal Basri, Rocky Gerung, Robertus Robet (Akademisi), Feri Amsari (Direktur Pusako Universitas Andalas), Angga Dwimas Sasongko (Profesional/Sutradara Film), Dahnil Anzar Simanjuntak (Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah), Titi Anggraini (Direktur Perludem), dan Hasan Yahya (Profesional). (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top