Polhukam

PD Sesalkan Putusan Mendagri Tempatkan Polri Aktif Pjs Gubernur Jawa Barat

PARLEMENTARIA.COM– Kepala Divisi Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat (PD), Ferdinand Hutahaean menyesalkan keputusan pemerintah dibawah pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Komjen Pol Iriawan sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto, diketahui sempat membatalkan semua unsur Polri mengisi posisi penjabat gubernur (Pjs)  Jawa Barat.

Yang jelas, kata Ferdinand kepada Realitarakyat.com, Senin (18/6), kita dari Demokrat prihatin dan menyayangkan langkah Mendagri menunjuk Komjen Iriawan menjadi pejabat Gubernur Jawa Barat.

“Ya, kami menyayangkan dan menyesalkan keputusan pemerintah untuk menunjuk Komjen Iriawan sebagai Plt Gubernur Jawa Barat,” ungkap Ferdinand saat diminta tanggapannya mengenai penunjukan perwira tinggi polisi itu sebagai pejabat Gubernur Jawa Barat ini.

Dikatakan Ferdinand, sekitar Maret lalu, Menko Polhukam Jenderal Purnawirawan Wiranto membatalkan semua usulan pejabat Polri menjadi penjabat gubernur. Namun, kenyataannya hari ini hal tersebut terjadi.

“Kami dan juga banyak pihak menyanyangkan karena khawatir Pilkada di Jabar menjadi tidak netral karena di sana ada orang Polri yang maju sebagai Cawagub berpasangan dengan TB Hasanuddin dari PDIP,” kata Ferdinand.

Menurut dia, dugaan kecurigaan itu semakin kuat karena TB Hasanuddin didampingi Anton Charliyan yang berasal dari Polri merupakan calon dari partai penguasa. Karena itu, dia menganggap menempatkan Polri aktif sebagai pejabat Gubernur Jawa Barat adalah tindakan tidak bijak.

“Seharusnya pemerintah bisa lebih bijak mengangkat Plt Gubernur lain yang bisa lebih kita anggap netral posisinya di dalam pilkada ini. Tapi ini karena wewenang pemerintah kita hormati tetapi kita tetap menyatakan sebuah langkah yang tidak bijak dari pemerintah,” demikian Ferdinand Hutahaean. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top