Opini

Keberhasilan TNI Gagalkan Penyeludupan Miras Patut Diacungkan Jempol

Oleh Bambang Soesatyo* –

Keberhasilan aparat TNI menggagalkan upaya penyelundupan 14 ribu lebih botol minuman keras (Miras) dari Malaysia, Sabtu (16/06/18) patut diacungkan jempol. Saya memberikan apresiasi yang tinggi atas kejelian dan kecekatan aparat TNI mencegah masuknya barang haram tersebut ke Indonesia.

Terlebih, keberhasilan tersebut dilakukan di momen perayaan Idul Fitri. Ini menunjukan TNI tak mengenal waktu dalam menjaga wilayah kedaulatan NKRI. Saya sangat bangga dan hormat kepada para prajurit TNI yang selalu siap siaga di lapangan, tak mengenal lelah berbakti kepada Ibu Pertiwi.

Sehari pasca perayaan Hari Raya Idul Fitri, TNI AL Gugus Tempur Laut Koarmada II bersama Tim 2ndFQR Lantamal XIII/Tarakan, dan Lanal Nunukan berhasil menggagalkan penyelundupan 14 ribu lebih botol Miras dari Malaysia. Terdiri dari 592 kardus dengan nilai sekitar Rp 7 miliar. Penggagalan penyelundupan Miras ini berawal dari informasi intelijen dan pantauan anggota jaga Pos Angkatan Laut Sei Pancang.

Berdasarkan catatan saya, ini bukan kali pertama upaya penyelundupan Miras ke tanah air. Setidaknya, pada medio Desember tahun lalu, Dirjen Bea Cukai dan Polda Metro Jaya berhasil menggagalkan penyelundupan 50 ribu lebih Miras asal Singapura.

Pada bulan September 2017, aparat kepolisian berhasil mengungkap penyelundupan Miras sebanyak 84 ribu botol dari Singapura dan Malaysia. Di bulan Agustus 2017, Polri juga menggagalkan penyelundupan 6.657 botol Miras asal Singapura dan Malaysia. Di bulan Juni 2017, penyelundupan 1.680 botol Miras juga berhasil digagalkan aparat kepolisian.

Tindak pidana penyelundupan barang impor seperti ini tentu sangat merugikan kita bersama. Apalagi yang diselundupkan berupa Miras yang dapat meresahkan masyarakat. Saya tak sudi Indonesia dijadikan surga barang Miras. Dari dulu kita dikenal sebagai bangsa yang beragama, beradab dan berbudaya. Bukan bangsa pemabuk maupun hura-hura.

Tindakan penyelundupan secara langsung sangat merugikan penerimaan negara dari bea masuk serta penerimaan lain yang seharusnya diterima negara melalui Bea dan Cukai. Secara tidak langsung juga bisa mengakibatkan hambatan dan penurunan produksi dalam negeri terhadap barang sejenis yang diselundupkan.

Karena itu, peristiwa penggagalan penyelundupan kali ini harus menjadi cambuk bagi kita bersama. TNI, Polri dan Bea Cukai perlu memperketat lagi berbagai gerbang masuk ke NKRI baik dari darat, laut, maupun udara. Sehingga kedepannya selalu bisa mencegah masuknya barang impor yang tidak memenuhi ketentuan peraturan perundangan bidang kepabeanan.

Kedaulatan bangsa bukan hanya terletak dalam hal wilayah saja, melainkan juga kedaulatan dalam hukum. Karena itu saya minta Polri segera memproses hukum kepada para awak kapal yang tertangkap. Tunjukan kewibawaan serta ketegasan kita di hadapan dunia. Bahwa siapapun yang mengganggu dan mencoba merusak kedaulatan Indonesia, mereka harus dihukum semaksimal mungkin.

Saya juga mendorong Polri agar tak berhenti pada satu kasus ini saja, melainkan harus mengembangkan kasus ini untuk membongkar jaringan penyelundup internasional lainnya yang beroperasi di wilayah Indonesia. Polri juga harus membongkar sampai kepada jaringan di dalam negeri yang ikut menjadi pemain utama maupun penadah terhadap barang selundupan tersebut.

Proses penegakan hukum juga harus dilakukan dari hulu sampai hilir, sehingga kita dapat menutup setiap celah sekecil apapun. Jangan takut terhadap berbagai tekanan yang akan terjadi. DPR RI akan senantiasa memberikan dukungan kepada TNI dan Polri dalam menjalankan tugas dan fungsinya. (*Ketua DPR RI)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top