Polhukam

Khutbah Idul Fitri 1439 H, Mardani Setuju Tidak Boleh Kampanye Politik di Masjid

PARLEMENTARIA.COM– Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS), Mardani Ali Sera mengatakan, khutbah Idul Fitri 1439 H menjadi momentum pendidikan umat Islam di tanah air termasuk dalam pendidikan politik.

Menurut laki-laki kelahiran Jakarta, 4 September 1968 tersebut, pendidikan politik umat adalah suatu kewajiban. “Yang dilarang adalah kampanye di masjid,” kata wakil rakyat dari Dapil Jawa Barat VI tersebut di Jakarta, Rabu (13/6).

Mardani mengaku setuju dengan imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar tidak berkampanye saat khutbah. “Saya sepakat dan itu jelas dilarang dalam undang-undang,” kata Mardani yang sebelum menjadi wakil rakyat mengabdi sebagai pengajar di Universitas Mercu Buana.

Namun, menurut Mardani, membahas kondisi umat bukanlah suatu yang politis, malah menjadi suatu kewajiban. “Dakwah itu menjelaskan suatu yang mungkar, seperti membahas kondisi umat termasuk berbicara politik,” ucap dia.

Inisiator gerakan ‘2019 Ganti Presiden’ itu mencontohkan, membahas ada orang Islam mengunjungi Israel, bahkan menjelaskan bahwa tafsir Alquran bisa berubah sesuai situasi dan tempat bukan politis tapi keharusan agar umat jelas. “Ini harus dijelaskan kepada umat,” tuturnya.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu berpesan agar menjadikan masjid sebagai pendidikan politik umat. “Saya berharap umat Islam menjadikan masjid seperti zaman rasul, bukan hanya tempat ibadah saja, tapi menjadi sentral dalam menyusun strategi agar umat memiliki kekuatan ekonomi, politik dan sosial,” demikian Mardani Ali Sera. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top