Pengawasan

Terima Undangan Israel, Jazuli Sesalkan Pejabat Sekelas Watimpres Tidak Sensitif

PARLEMENTARIA.COM– Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI, Jazuli Juwaini menyesalkan tindakan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Yahya Cholil Staquf yang memenuhi undangan Israel menjadi pembicara dalam Acara American Jewish Comittee (AJC) Global Forum di Yerusalem, Israel, Minggu (10/6).

Langkah tersebut, kata anggota Komisi I DPR RI tersebut, membuktikan Yahya Cholil Staquf tidak sensitif terhadap perjuangan rakyat Palestina yang totalitas didukung pemerintah dan rakyat Indonesia sebagai amanat dari UUD 1945.

“Saya sungguh menyesalkan penerimaan undangan itu atas dalih apapun. Apalagi dilakukan oleh pejabat sekelas Watimpres. Sungguh sikap pribadi yang tidak sensitif atas totalitas dukungan pemerintah dan rakyat Indonesia atas perjuangan Palestina,” kata wakil rakyat dari Dapil Provinsi Banten tersebut,

Pemerintah RI, lanjut laki-laki kelahiran Bekasi, 2 Maret 1965 tersebut, secara tegas tidak membuka sedikitpun ruang diplomasi untuk Israel karena dianggap negara agresor itu terbukti puluhan tahun menjajah dan melakukan pembantaian terhadap rakyat Palestina. Israel juga mengabaikan puluhan resolusi PBB.

“Lalu, bagaimana mungkin seorang yang melekat padanya jabatan sebagai penasihat Presiden dengan itikad baik memenuhi undangan lembaga yang jelas didanai Israel untuk tujuan diplomasi negara penjajah ini?,” tanya Jazuli geram.

Ketua Fraksi PKS ini semakin menyesalkan sikap Yahya Cholil Staquf karena dilakukan di tengah kecaman dunia atas pembantaian Israel yang menewaskan lebih dari 60 demonstran Palestina dan melukai 900 lainnya hanya dalam sehari jelang pembukaan kedubes Amerika di Yerussalem beberapa waktu lalu.

“Atas tindakan brutal Israel itu puluhan negara mengecam keras. Bahkan, tokoh pemimpin dan selebritis dunia turut melakulan aksi boikot terhadap semua event dan produk Israel. Ini seorang tokoh dan pejabat publik negara yang selama ini terdepan dalam menyuarakan solidaritas kemanusiaan atas Palestina justru menyambut undangan Israel,” kata Jazuli.

Sudah cukup, lanjut Jazuli, insiden ini harus menjadi yang terakhir dan jangan terulang kembali segala tindakan yang memberi ruang bagi mulusnya diplomasi Israel untuk melanggengkan penjajahan Palestina. Jangan kita tertipu dengan niat busuk mereka untuk menjustivikasi sikap agresor mereka. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top