Polhukam

Priyo: Mbak Titiek Tempati Posisi Strategis di Partai Berkarya

PARLEMENTARIA.COM– Sekjen Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso membenarkan Siti Hediati Haryadi yang akrab dikenal Titiek Soeharto mundur dari Partai Golkar dan bergabung ke Partai Berkarya pimpinan Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto-red) yang nota bene adalah putra bungsu kesayangan Presiden Soeharto.

“Ya, benar Mbak Titiek bergabung dengan Partai Berkarya. Beliau akan menempati posisi senior dan sangat strategis di struktur Partai Berkarya,” kata Priyo, Wakil Ketua DPR RI 2009-2014 ketika dihubungi melalui telepon selulernya, di Jakarta, Senin (11/6) malam.

Menurut Priyo yang juga berasal dari Partai Golkar, di Partai Berkarya, Mbak Titiek dipercaya sebagai Koordinator Daerah Pemilihan (Kodapil). Titiek bakal menangani para calon anggota legislatif (caleg) Partai Berkarya dari seluruh daerah pemilihan di Indnesia. Dia juga akan menjadi caleg Partai Berkarya untuk DPR RI dari daerah pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sebelumnya, Titiek Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya dari anggota Partai Golkar maupun dari jabatan sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar dan menyatakan bergabung dengan Partai Berkarya yang dipimpin oleh adiknya Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto.

Pengunduran diri itu disampaikan Titiek di sela kegiatan Deklarasi Konsolidasi Pemenangan Partai Berkarya, di Memorial Jenderal Besar Soeharto atau Museum Soeharto, di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Senin hari ini.

Hadir pada kegiatan tersebut antara lain, Ketua Umum DPP Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra dan Sekretaris Jenderal DPP Partai Berkarya Priyo Budi Santoso. “Saya memutuskan untuk mundur dari Partai Golkar dan memilih memperjuangkan kepentingan rakyat melalui Partai Berkarya,” kata anggota Komisi IV DPR RI itu.

Dia memutuskan mundur dari Partai Golkar dan bergabung dengan Partai Berkarya dengan beberapa pertimbangan, antara lain, melihat kondisi rakyat miskin Indonesia yang memprihatinkan, sehingga akan memperjuangkan aspirasi rakyat bersama Partai Berkarya. “Saat ini, ada sekitar tujuh juta jiwa rakyat Indonesia menganggur dan hidup miskin. Sementara lapangan kerja diberikan kepada warga negara China,” kata dia.

Putri Presiden Soeharto ini melihat, Pemerintah juga terus menerapkan kebijakan impor yang berdampak merugikan petani. Menurut Titiek, dirinya sedih melihat kondisi rakyat tapi tidak bisa menyuarakannya melalui Partai Golkar yang merupakan sahabat Pemerintah.

Namun, Titiek juga mengucapkan terima kasih kepada Partai Golkar yang telah memberikan kesempatan kepada dirinya untuk berkarir di politik dan menjadi anggota legislatif. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top