Polhukam

Bamsoet: Indonesia Jangan Segan Bagi Ilmu ke Negara Berkembang

PARLEMENTARIA.COM– Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mendukung penuh Rencana Aksi Nasional (RAN) untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, adil dan damai, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla meluncurkan 17 langkah RAN. Itu merupakan bukti keseriusan Indonesia dalam membangun rencana kerja pembangunan yang terpadu dan komprehensif.

“Setelah berakhirnya Millennium Development Goals (MDGs) 2015, Indonesia bersama negara anggota PBB lainnya sepakat mengembangkan konsepsi dalam konteks agenda pembangunan pasca-2015 yang disebut Sustainable Development Goals (SDGs),” kata Bambang.

Itu dikatakan Ketua DPR saat menghadiri peluncuran RAN Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 2017-2019, di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (5/6). Hadir dalam acara ini Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro dan Ketua Komisi Yudisial (KY), Aidul Fitriciada.

Dijelaskan, konsep SDGs mengakomodasi semua perubahan dunia yang terjadi pasca 2015, khususnya mengenai isu penipisan sumber daya alam, kerusakan lingkungan, perubahan iklim, perlindungan sosial, ketahanan pangan dan energi dan pembangunan yang berpihak kepada kaum miskin.

“Kita harus berbangga, dengan diluncurkannya RAN, membuktikan Indonesia sebagai komunitas internasional selalu berperan aktif dalam mewujudkan SDGs. Program ini harus kita dukung bersama,” ujar laki-laki yang akrab disapa Bamsoet.

RAN SDGs adalah pedoman bersama yang disusun secara inklusif, rinci, transparan, terukur serta akuntabel, baik oleh pemerintah, organisasi kemasyarakatan, filantropi dan pelaku usaha, maupun akademisi.

Pedoman itu dibuat untuk mencapai 17 tujuan dan 169 target TPB/SDGs yang mencakup dimensi sosial, ekonomi, lingkungan serta hukum dan tata kelola secara terintegrasi.

Perencanaannya dikerjakan sangat intensif untuk memenuhi capaian 319 indikator dengan ribuan kegiatan nyata. Lebih 200 institusi non-pemerintah yang berkontribusi dan terlibat secara intensif memperlihatkan bahwa prinsip inklusif SDGs telah dijalankan dengan konsisten.

“Dengan adanya RAN, kita juga bisa menjadi role model bagi negara lainnya. Saya harap pemerintah Indonesia selalu membuka diri dan tak segan membagi ilmu pengetahuan kepada negara lain yang membutuhkan, teutama saudara-saudara kita dari negara yang sedang berkembang,” tutur Bamsoet.

Ditambahkan, DPR RI sejak 2017 telah menginisiasi World Parliamentary Forum on Sustainable Development (Forum Parlemen Dunia untuk Pembangunan Berkelanjutan).

Kali pertama dilakukan di Nusa Dua, Bali 6-7 September 2017 dihadiri 47 Parlemen dari berbagai negara dan 19 Observer, dengan total partisipan sebanyak 285 orang.

Mengangkat tema “Achieving the 2030 Agenda through Inclusive Development”, forum ini membahas perencanaan peran parlemen di berbagai negara dalam menyukseskan SDGs.

“DPR RI sudah menjadi leader bagi Parlemen Dunia dalam membentuk forum pertemuan SDGs. Tahun ini Insya Allah kita laksanakan kegiatan serupa. DPR ingin membuktikan kepada dunia bahwa peran dan kontribusi aktif Parlemen dapat membantu negara dalam menyukseskan agenda SDGs,” demikian Bambang Soesatyo. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top