Polhukam

Lucy Kurniasari Ajak Arek Suroboyo Tumbuhkan Budaya Gotong Royong

PARLEMENTARIA.COM– Gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia mulai memudar akibat tergerus globalisasi. Sebab itu, generasi muda selaku penerus perjuangan bangsa Indonesia harus mampu menumbuhkan kembali budaya tersebut agar tetap lestasri di bumi pertiwi.

Ajakan itu disampaikan anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Lucy Kurniasari saat melakukan Sosialisasi Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara di Kelurahan Pacar Kembang, Kecamatan Tambaksari, Surabaya, Senin (4/6).

Menumbuhkan kembali budaya gotong royong, lanjut wakil rakyat dari Dapil Jawa Timur Satu tersebut, merupakan salah satu bentuk pengamalan Pancasila, yakni sila ketiga dari Pancasila, yaitu Persatuan. “Untuk itu, semua anak bangsa dapat menjadi penggerak gotong royong melalui kerja bakti misalnya, di sekitar tempat tinggal.”

Untuk menumbuhkan budaya gotong royong ini , lanjut perempuan cantik berbintang Aquarius ini, dapat dimulai dari rumah atau keluarga. Kakan dan adik bisa bersama-sama membersihkan rumah atau menyiram bunga tanpa membedakan jenis kelamin. Melalui kegiatan rutin seperti ini dalam jangka panjang dapat menumbuhkan budaya gotong royong.

Cinta Bangsa

Dihadapan sedikitnya 150 warga termasuk tokoh masyarakat dan anggota organisasi pemuda Pacar Kembangan, Lucy mengatakan, pengamalan sila persatuan Indonesia dapat juga diwujudkan melalui cinta bangsa dan negara. Untuk itu, setiap elemen bangsa harus menghargai karya anak bangsa dan bangga mengenakan produk dalam negeri.

Cinta bangsa dan negara, lanjut Lucy, dapat juga diamalkan dengan tidak merusak hutan, tidak membuang sampah ke kali, dan tidak merusak fasilitas umum. Setiap anak bangsa dapat melakukan hal itu secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama.

“Kalau itu dapat diwujudkan, maka tidak akan ada lagi anak bangsa yang membangga-banggakan bangsa lain dan merendahkan bangsa sendiri,” tegas Ning Surabaya tahun 1986 ini.

Menurut dia, sila Persatuan Indonesia dapat juga diamalkan dengan berteman atau bergaul dengan semua orang walau berbeda suku, agama, dan status sosial ekonomi. Setiap elemen bangsa harus menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk mengembangkan potensi diri agar lebih baik dari hari ke hari, bukan justeru saling hujat atau saling meniadakan.

“Untuk itu, bila terjadi konflik di sekitar kita, setiap anak bangsa hendaklah maju ke depan untuk mendamaikan. Sesama anak bangsa tidak boleh ikut larut terlibat dalam konflik, apalagi turut memperluas konflik,” imbau Lucy.

Sebagai warga Surabaya, Ning Lucy berharap Surabaya dapat menjadi teladan bagi daerah dalam mengamalkan Pancasila, khususnya sila Persatuan Indonesia. “Saya percata para arek Suroboyo akan bersatu padu mewujudkannya,” demikian Lucy Kurniasari. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top