Polhukam

Hetifah Beri Kemendikbud Dan Kemenristekdikti Saran Cegah Radikalisme

PARLEMENTARIA.COM– Pimpinan Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian menyesalkan peristiwa bom bunuh diri yang melibatkan seluruh keluarga di Surabaya, Jawa Timur, Minggu lalu.

Karena itu, politisi senior Partai Golkar ini meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta Kementerian Riset, Teknologi & Pendidikan Tinggi {Kemenristekdikti) memberantas radikalisme di lembaga pendidikan.

“Kita semua syok. Peristiwa Surabaya menyadarkan kita bahwa jaringan teroris sudah memanfaatkan perempuan dan anak-anak dalam strateginya” ungkap Hetifah kepada Parlementaria.com, Rabu (15/5).

Hetifah yang juga Ketua Umum Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) itu memberikan beberapa saran kepada Kemendikbud dan Kemenristekdikti untuk mencegah tumbuhnya radikalisme di lingkungan lembaga pendidikan.

Pertama, meningkatkan pengawasan di lingkungan sekolah serta perguruan tinggi, melibatkan pengajar dan orang tua murid. Kedua, mendorong lebih banyak forum-forum diskusi terbuka di kelas terkait fenomena radikalisme dalam situasi akademis yang terbuka. Memberikan siswa metode pertahanan diri dari pengaruh ajaran ekstrim radikal.

Ketiga, memberikan orang tua siswa pemahaman lebih mendalam dan juga cara menghadapi ancaman dari merebaknya ajaran radikal dan memberikan bantuan jika mereka merasa butuh pertolongan.

Keempat, menambah graduate study dan penelitian yang fokus kepada teori maupun kasus terorisme, proses terbentuknya kelompok teroris, motivasi, perilaku serta dampak dari aksi teror tersebut.

Lebih lanjut, wakil rakyat dari Dapil Provinsi Kalimantan Timur tersebut menilai, guru dan dosen harus dibekali panduan bagaimana menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta mendukung terciptanya cultural diversity dan pendidikan yang inklusif. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top