Pengawasan

Fraksi PKS DPR RI Dukung Pembentukan Pansus Hak Angket Tentang TKA

PARLEMENTARIA.COM– Maraknya pemberitaan mengenai kerja asal China di Indonesia belakangan ini membuat Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI mendukung pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPR tentang Tenaga Kerja Asing (TKA).

Pansus tersebut nanti bakal bertugas untuk menginvestigasi kebenaran dan memanggil pihak-pihak mengenai kabar banyak TKA illegal dan melanggar hukum di Indonesia.

“Jangan sampai isu ini bergulir tanpa kepastian, sehingga kami setuju dengan sikap Fraksi Gerindra untuk pembentukan Pansus TKA dan hari ini saya akan tanda tangan dukungan,” kata Ketua Fraksi, PKS DPR RI, Jazuli Juwaini di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (30/4).

Dikatakan, Fraksi PKS DPR RI dalam Rapat Pleno internal pekan lalu sepakat membentuk Tim Gabungan yang terdiri dari Kelompok Fraksi (Poksi) IX, Poksi VI, Poksi III, dan Poksi II untuk menginvestigasi dan mengkaji informasi terkait TKA.

Wakil rakyat dari Dapil Provinsi Banten III ini menilai, rencana pembentukan Pansus TKA sejalan dengan semangat Fraksi PKS untuk menginvestigasi permasalahan TKA sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang jelas terkait persoalan tersebut.

“Sesungguhnya informasi terkait TKA itu seperti apa, apakah hanya isu dan di lapangan tidak ada atau tidak. Karena itu pembentukan Pansus pas untuk investigasi untuk memanggil berbagai pihak. Dan kalau isu itu tidak benar maka pemerintah diuntungkan,” ungkap anggota Komisi I DPR RI ini.

Masyarakat dan pemerintah, menurut Jazuli, harus memahami, pembentukan Pansus merupakan kewajiban dan hak parlemen sebagai langkah pengawasan pada kebijakan pemerintah.

Dia juga mengingatkan pemerintah harus punya prioritas dalam mengentaskan kemiskinan dan mengurangi pengangguran sehingga jangan sampai kebijakannya dikendalikan pihak asing.

“Rakyat masih banyak yang tidak bekerja, kelaparan dan kesusahan namun orang asing malah diberikan kemudahan. Pembangunan infrastruktur yang sedang dilaksanakan harus mengurangi kemiskinan dan pengangguran,” demikian Jazuli Juwaini. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top