Polhukam

Legislatif PKS Harus Hayati, Paham dan Bumikan Garis Perjuangan Partai

PARLEMENTARIA.COM– Anggota legislatif Partai Keadilan Sejahtera (PKS) semua tingkatan harus paham, menghayati serta membumikan garis perjuangan PKS yakni pro kerakyatan, keumatan serta pro pengokohan nasionalisme Indonesia.

Rapat Pleno Fraksi PKS DPR dan DPRD yang diikuti 1000 orang lebih wakil rakyat di Yogjakarta sejak Selasa lalu berkomitmen mengokohkan khidmat PKS kepada rakyat.

Caranya, kata Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini dalam keterangan melalui WhatsApp (WA) kepada Parlementaria.com, Kamis (15/2), dengan tiga garis perjuangan Fraksi PKS di seluruh Indonesia yaitu ‘Tiga Pro’: Pro kerakyatan, Pro keummatan, dan Pro Pengokohan Nasionalisme Indonesia.

“Setiap anggota legislatif PKS di semua tingkat harus paham, menghayati, dan membumikan tiga pro ini dalam setiap sikap dan kebijakan politiknya. Tidak boleh kebijakan Fraksi PKS keluar dari tiga koridor ini,” ulang Jazuli.

Konkritnya? lanjut Jazuli, anggota legislatif PKS harus terus hadir di tengah rakyat, pahami kebutuhan mereka, selami kesulitan dan penderitaan mereka, berempati dengan permasalahan mereka. Dengan begitu, anggota legislatif PKS diharapkan akan Pro Rakyat.

Fraksi PKS seluruh Indonesia, kata Jazuli, juga menghadirkan terobosan Hari Aspirasi Rakyat agar seluruh rakyat semakin mudah menemui dan menyampaikan aspirasinya kepada anggota legislatif dari Fraksi PKS.

Di tengah ekonomi rakyat yang sulit, Fraksi PKS tegas berpihak kepada rakyat dengan menolak dan mengkritisi kebijakan menaikkan harga kebutuhan pokok, tarif listrik, bahan bakar, dan lain-lain.

“Kita juga harus kritisi berbagai kebijakan impor yang dilakukan pemerintah seperti impor beras, garam, kedelai dan lainnya yang jelas merugikan petani dan rakyat,” terang Jazuli.

Tidak hanya besikap, Fraksi PKS DPR juga menginisiasi RUU prorakyat. Salah satunya, Fraksi PKS merupakan inisiator tunggal RUU Kewirausahaan yang diharapkan menjadi solusi pengentasan kemiskinan dan peningkatan ekonomi rakyat.

Pro keummatan, kata dia, dilakukan dengan cara selalu dekat dan menjaga silaturahim dengan kyai, ulama, habaib, dan tokoh-tokoh agama agar setiap langkah dan kebijakan Fraksi PKS tidak menyimpang dari nilai-nilai agama dan aspirasi umat. Serta selalu terdepan dalam merespon isu-isu keummatan.

“Fraksi PKS tegas menolak perzinahan, perilaku LGBT, peradaran miras secara bebas, dan bahaya narkoba karena bukan saja bertentangan dengan nilai-nilai agama, akhlak, lebih dari itu merusak masa depan generasi bangsa,” kata anggota Komisi I DPR RI ini.

Fraksi PKS, juga selalu terdepan dalam memperjuangkan legislasi yang mengatur masalah umat dengan keberpihakan yang kuat pada kepentingan umat seperti UU pornografi, Perbankan Syariah, Zakat, UU Pelarangan Minuman Beralkohol.

Di daerah anggota legislatif PKS juga aktif melahirkan perda-perda yang menumbuhkan semagat keberagamaan. Dan terakhir, pro nasionalisme Indonesia diwujudkan Aleg PKS dengan menjaga Pancasila sebagai nilai identitas dan karakter serta kepribadian bangsa.

“Apa karakter bangsa Indonesia? Pancasila! Bangsa Indonesia itu bertuhan, beragama, berakhlak. Bangsa Indonesia menjunjung tinggi kemanusiaan yang adil dan beradab. Bersatu dan bersaudara. Mengedepankan musyawarah dan berlaku adil kepada seluruh rakyatnya,” kata Jazuli.

Fraksi PKS menjadi yang terdepan untuk mengcounter jika ada yang ingin menjadikan Indonesia atheis atau antiagama, bebas berbuat semuanya tanpa mengindahkan nilai dan etika, serta menjadikan Indonesia menjadi negara liberal bebas tanpa batas dan aturan.

“Karena itu, perilaku LGBT kita tolak, miras dan narkoba kita tolak, karena bukan karakter dan pasti bertentangan dengan identitas bangsa kita. “Ini komitmen dan garis perjuangan kami. Mohon doa dan dukungan semoga kami istiqomah dan meraih kemenangan besar pada pilkada dan pemilu mendatang,” demikian Jazuli Juwaini. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top