Polhukam

Hasbi Jayabaya: Negara Wajib Lindungi Warga Negara Laksanakan Ibadah

PARLEMENTARIA.COM– Negara wajib melindungi setiap warga negara dalam melaksanakan ibadah sesuai dengan keyakinannya. Siapa pun tidak boleh menghalangi anak negeri dalam beribadah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal tersebut ditegaskan anggota Komisi VIII DPR RI, Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya dalam Sosialisasi Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara di Desa Cikulur, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, baru-baru ini.

Dikatakan politisi muda ini, negara harus harus hadir bila ada umat merasa terancam dalam melaksanakan ibadah. “Kehadiran negara merupakan perintah konstitusi. Karenanya, semua elemen bangsa harus mematuhinya,” kata politisi muda ini.

Anggota DPR RI Dapil Provinsi Banten I (Kabupaten Lebak dan Pandeglang) itu menambahkan, Pancasila mengajarkan agar setiap manusia Indonesia percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan mereka.

Pancasila tidak mengajarkan untuk mencampuri urusan agama dan kepercayaan masing-masing karena agama sudah mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhannya.

Dikatakan, di tengah masyarakat yang majemuk, sesama anak bangsa seharusnya tidak mengagung-agungkan agama yang satu, dan tidak juga mendiskriminasi atau meremehkan agama lain.

“Sebab, Ketuhanan Yang Maha Esa bukan saja mencerminkan realitas dan religiusitas masyarakat Indonesia, tetapi juga mengakomodir berbagai agama yang berbeda-beda,” kata Hasbi.

Untuk meminimalkan pertentangan antar pemeluk agama, lanjut Hasbi, perlu dikembangkan dan ditingkatkan sikap toleransi beragama. Sikap yang dimaksud dapat berupa hormat menghormati sesama pemeluk agama yang berbeda, menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai ajaran agama masing-masing dan tidak boleh memaksakan sesuatu agama atau keyakinan kepada orang lain.

“Jadi, toleransi beragama tidak berarti, ajaran agama yang satu bercampur aduk dengan ajaran agama lainnya. Karena iu, keragaman agama harus menjadi kemaslahatan, bukan menjadi petaka bagi bangsa Indonesia,” jelas dia.

Untuk itu, Islam seyongyanya hadir dalam konteks keragaman agama. Nilai-nilai Islam harus ditransformasikan pada masyarakat multikurtural sehingga kesalehan sosial juga terwujud di negeri tercinta ini.

“Karena itu, sebagai generasi muda dan wakil rakyat dari Dapil Provinsi Banten, saya berharap transformasi tersebut dapat dimotori masyarakat Banten yang terkenal regilius,” demikian Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top