Polhukam

Penyerangan Rumah Ibadah Di Luar Kontek Agama

PARLEMENTARIA.COM -Praktek beragama yang baik akan selalu berbanding lurus dengan praktek berkebangsaan yang baik, oleh karena itu elit politik harus terus berusaha mengajak umat untuk memperbaiki cara beragama yang benar. “Dengan kata lain, berarti kita sedang memperbaiki cara berkebangsaan yang luhur,” kata anggota Komisi X DPR Anas Tahir kepada wartawan dalam acara Sosialisasi Empat Pilar di Banyuwangi, Senin (12/2/2018).

Menurut anggota Fraksi PPP MPR, pesan terpenting dari ajaran semua agama-agama adalah pesan tentang kebaikan, keselamatan, kedamaian, persatuan, keadilan dan kesejahteraan lahir batin.
“Dengan demikian, jika kita konsisten menjalankan pesan utama yang dibawa oleh para pembawa risalah agama dengan benar. Maka sesungguhnya kita telah menjalankan prinsip-prinsip kebangsaan dengan benar,” tambahnya.

Oleh karena itulah, sambung mantan Wakil Sekjen PBNU, seharusnya peristiwa kekerasan yang terjadi pada tempat- tempat ibadah, pesantren, gereja seperti yang terjadi di Garut, Jogjakarta dan lain-lain tidak akan pernah terjadi. “Peristiwa kekerasan, intimidasi, bahkan terorisme yang terjadi di muka bumi ini, meskipun diantaranya ada yang kelihatannya bernuansa agama, berbaju agama dan di tempat-tempat kegiatan keagamaan, sesungguhnya semuanya dilatari oleh persoalan di luar konteks agama, seperti ketidak adilan, diskriminasi, dan kesenjangan sosial,” terangnya lagi.

Lebih jauh mantan aktivis PMII ini mendesak semua pihak harus menghindari kecurigaan terhadap agama sebagai sumber terjadinya kekerasan dan terorisme. “Sebab jika kecurigaan berlebihan terhadap agama sebagai sumber kekerasan terus dibiarkan justru akan menyuburkan tindakan kekerasan itu sendiri,” imbuhnya.

Seperti diketahui, beberapa hari lalu terjadi peristiwa penyerangan dan aksi kekerasan yang menyasar KH Umar Basri, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan Pengasuh Pesantren Al-Hidayah di Cicalengka, Bandung, Jawa Barat pada 27 Januari 2018.

Kemudian hal serupa kembali menyasar HR. Prawoto, Komandan Brigade Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) di Blok Sawah, Kelurahan Cigondewah Kaler, Kota Bandung pada 1 Februari 2018.

Selanjutnya, baru saja pada Ahad (11/02/2018) terjadi lagi kekerasan di Gereja St. Lidwina Bedog, Kab Sleman, Yogyakarta. Romo Edmund Prier SJ beserta jemaahnya diserang saat melakukan misa. (cek)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top