Pengawasan

Firman Subagyo Curigai Impor Beras 500.000 Ton Untuk Kepentingan Politik 2018

PARLEMENTARIA.COM – Anggota Komisi IV DPR Firman Subagyo mempertanyakan kebijakan pemerintah, dalam hal ini Menteri Perdagangan yang mengimpor beras. Karena kebijakan tersebut menurut politisi Partai Golkar itu mensengsarakan petani.

“Kebijakan impor beras 500.000 ton itu patut dipertanyakan. Ada apa dibalik inport beras 500.000 ton yang dipaksakan itu?” kata Firman Subagyo menanggapi kebijakan pemerintah mengimpor 500.000 ton beras, Sabtu (13/1/2017).

Karena menurut Firman Soebagyo, logika berpikirnya bahwa bulan Oktober adalah musim tanam dan Januari sudah panen raya yang puncaknya pada bulan Febuari.

Sesuai informasi yang didapatnya dan didukung data yang bisa dipertanggungjawabkan bahwa surplus beras sudah dapat dicapai dan dipertanggungjawabkan.

“Faktanya Januari 2018 stok beras masih ada dimana-mana. Bahkan harga, baik menjelang lebaran dan natal tahun baru juga dapat terkendali. Kami sebagai anggota Komisi IV selaku berkoordinasi dan monitoring baik ditingkat pasar dan petani,” kata Firman.

Oleh karena itu Firman Subagyo sangat kecewa dan mengecam keras kebijakan Menteri Perdagangan Enggartiasto yang dinilainya semakin akan membuat kecewa dan mensengsarakan petani.

Bahkan Firman Subagyo mencurigai kebijakan impor beras itu dikaitkannya dengan tahun politik 2018, yaitu penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak di 171 daerah.

“Bahwa tahun 2018 adalah tahun politik, kita harus waspada. Kebijakan tersebut juga bisa dijadikan fan reacesing untuk kepentingan tertentu,” kata Firman Subagyo dengan nada curiga.

Alasannya karena Sangat janggal karena import beras harusnya merujuk pada UU Pangan bilamana produk nasional dan stok nasional tidak tercukupi maka baru diperbolehkan import. “Itu pun harus dapat rekomendasi dari Kementerian Pertanian,” jelas Firman.

Kejangggalan lainnya menurut Firman, adalah kebijakan diambil setelah melakukan rapat dengan para pelaku dagang tengkulak. “Padahal semua kita tahu bahwa mafia pangan selama ini adalah mereka-mereka juga,” tegasnya.

Menurut Firman, aeharusnya yang benar adalah Menteri Perdagangan harus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian terlebih dulu, bukan dengan pelaku dagang. “Ini sangat mencurigakan dan aneh, ada apa?,” tanya Firman

Firman juga telah melakukan klarifikasin dan cros cek ke Menteri Pertanian apakah benar akan terjadi kekurangan stok? “Pernyataan Mentan bahwa stok pangan nasional lebih dari cukup. Bahkan dijelaskan bahwa pada bulan Januari dan puncaknya Februari akan terjadi panen raya di wilayah tertentu,” ungkap Firman.

Oleh karena itu kata Firman, kebijakan import beras yang dilakukan Mendag akan semakin mensengsarakan petani dan tidak sejalan dengan nawacita presiden Joko Widodo.

“Mendag akhir-akhir ini banyak membuat kebijakan yang aneh-aneh seperti membuat Kepmen tata niaga impor tembakau yang juga sudah dibatalkan. Ini memalukan dan menunjukkan bahwa tidak provesional,” tegas Firman Subagyo. (chan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top