Pengawasan

Untuk Hindari Politik Uang, Bawaslu Gandeng MUI Awasi Tahapan Pemilu

PARLEMENTARIA.COM– Untuk mengantisipasi terjadinya money politic (politik uang) berkedok ibadah, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) berencana untuk mengandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengawal tahapan kampanye.

Soalnya, kata Komisioner Bawaslu, Afifuddin, di Jakarta, Rabu (10/1), tahapan kampanye bakal berlangsung pada bulan Ramadhan dimana umat Islam menunaikan ibadah puasa. “Tahapan kampanye Pilkada nanti bertepatan dengan bulan Ramadhan. Karena itu, kita akan melibatkan banyak pihak. termasuk tokoh agama.”

Untuk itu, kata dia, Bawaslu sebenarnya telah berkomunikasi dengan MUI untuk membahas pelibatan ulama dalam pengawasan Pilkada, terutama politik uang berkedok ibadah. “Kemarin sebenarnya kita sudah ada jadwal bertemu MUI, tapi karena ada sidang sengketa maka ditunda dulu,” ungkap dia.

Dijelaskan, membangun kesadaran untuk menghindari politik uang berkedok ibadah bukan hanya tanggung jawab Bawaslu dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) semata. Itu juga kewajiban masyarakat termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat. “Minimal memberikan semacam rasa malu kalau ada calon atau tim sukses memberi uang uang dalam proses Pilkada.”

Sebelumnya, Ketua Bawaslu, Abhan mengatakan, praktik politik uang berkedok ibadah memang menjadi perhatian Bawaslu. Acara-acara seperti buka puasa bersama, pemberian sedekah dan santunan yang digelar atau dihadiri calon kepala daerah berpotensi menjadi ajang praktik politik uang.

“Minimal ada unsur ajakan. Ada unsur visi misinya. Ada unsur memperkenalkan diri bahwa saya adalah paslon. Nanti kita lihat secara kasuistik. Kan enggak bisa secara general. Penanganan pelanggaran itu per kasus,” ucap Abhan.

Dikatakan, Bawaslu tak akan melarang calon kepala daerah menggelar atau menghadiri acara seperti buka puasa bersama. Tapi kalau ada unsur kampanyenya itu kan yang jadi masalah.
“Untuk mengantisipasi itu Bawaslu akan mengirim pemantau ke acara buka puasa bersama, pemberian sedekah dan santunan yang digelar calon kepala daerah di masa kampanye,” demikian Abhan. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top