Ekonomi

DPR: Kenaikkan Cukai Rokok Bakal Gerus Devisa Negara

PARLEMENTARIA.COM– Rencana pemerintah dibawah pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menaikkan cukai rokok hingga 10,04 persen bakal menggerus devisa negara dari pendapatan cukai rokok.

Selain itu, daya beli masyarakat terutama konsumen tentu ikut tergerus.
Kebijakan pemerintah tidak efektif. Banyak sektor yang ikut tergerus dari kebijakan tersebut.

Misalnya, kata anggota Komisi VI DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, Rabu (10/1), tidak efektif. UMKM produsen rokok dan petani tembakau sangat terganggu dengan kebijakan itu. “Pengangguran juga meningkat sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.”

Dikatakan, politisi senior Partai Gerindra ini, konsumen rokok di tanah air mencapai sekitar 70 persen dari total penduduk Indonesia. Jika penduduk Indonesia 250 juta, berarti ada sekitar 180 juta konsumen rokok (perokok) yang akan terbebani.

Menurut Bambang, daya beli konsumen menurun walau masih ada pembeli rokok yang mungkin memaksakan diri. UMKM yang ikut tergerus sekitar 10 persen dari 65 juta UMKM di Indonesia.

UMKM jenis ini bakal berguguran. Padahal, UMKM mendongkrak peningkatan ekonomi dan memberikan lapangan kerja. Jelas, ini akan menurunkan industri yang awalnya ada UMKM. “Jumlah itu bisa menurun hingga 600 industri.

Menurut wakil rakyat Dapil Jawa Timur ini, tidak ada kaitan rokok dengan kesehatan. Merokok justru menghilangkan stres. Dia mencontohkan para pemimpin dunia yang perokok.

Sebut saja Soekarno, Soeharto, Fidel Castro, Deng Shio Ping, dan Ronald Reagen. Bahkan, Mbah Goto manusia berumur panjang di Seragen, Jateng adalah seorang perokok. ”Mereka meninggal bukan karena kanker paru dan tenggorokan yang diakibatkan merokok.”

Ditambahkan, devisa Rp 150 triliun yang selama ini didapat dari cukai rokok, bakal hilang. Rokok menyumbang 7-8 persen dari total devisa negara. Dua persen dari pajak rokok itu didistribusikan untuk daerah. “Rokok penyumbang pajak terbesar setelah migas,” demikian Bambang Haryo Soekartono. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top