Pengawasan

Datangi Gedung Parlemen, Korban Koperasi Cipaganti Karya Guna Mengadu ke Komisi III

PARLEMENTARIA.COM– Korban nasabah koperasi bodong mengadu ke DPR. Kali ini yang mengadu nasabah Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada. Uang nasabah Rp 3,2 trilun digelapkan pemilik koperasi tersebut.

Kasus ini belum terselesaikan dan uang nasabah juga belum dikembalikan sehingga para nasabah itu mendatangi Gedung Wakil Rakyat di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (10/1). Mereka diterima Komisi III DPR RI yang membidangi masalah hukum.

Anggota Komisi III DPR RI, Eddy Wijaya Kusuma mengatakan, kasus ini merupakan tindak pidana penipuan. Uang nasabah Rp 3,2 triliun hilang begitu saja tanpa bisa ditelusuri. “Secara hukum pidana sudah diusut. Namun, mengapa uang nasabah belum dikembalikan,” kata dia.

Dikatakan, ini jadi catatan penting bagi penegakkan hukum di Indonesia. Karena itu, Komisi III DPR bakal mempertanyakannya kepada mitra kerja, seperti Kapolri dan Jaksa Agung.

Korban Koperasi Cipaganti meminta Komisi III membantu mereka untuk melacak keuangan koperasi bodong itu. Apalagi, Kementerian Koperasi dan UKM sebagai leading sector masalah perkoperasian juga lepas tangan.

Anggota Komisi III lainnya, Taufiqulhadi menyatakan, berempati pada para nasabah korban Koperasi Cipaganti yang berlokasi di Bandung, Jabar tersebut. Masalah ini harus diteliti dimana sebetulnya pokok persoalannya.

Seperti diketahui, para korban koperasi bodong ini mayoritas adalah pensiunan TNI/Polri dan PNS. Setidaknya ada 10 ribu nasabah yang menjadi korban. Dan kasus sudah berjalan selama lima tahun, tapi seperti jalan di tempat. Tak ada progres yang berarti bagi para nasabah. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top