Polhukam

Golkar Tunggu Hasil Revisi UU MD3 Untuk Tetapkan Pengganti Setya Novanto

PARLEMENTARIA.COM– Siapa anggota Fraksi Partai Golkar yang mendapat mandat untuk menggantikan posisi Setya Novanto sebagai Ketua DPR RI setelah wakil rakyat dari Dapil Nusa Tenggara Timur (NTT) itu ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus korupsi KTP elektronik.

Pertanyaan tersebut sampai dibuka Sidang Paripurna DPR RI 2018, Selasa (9/1) belum juga terjawab. Fraksi Partai Golkar belum menyerahkan nama calon Ketua DPR RI pengganti Setya Novanto karena masih menunggu revisi Undang-Undang MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3) terkait penambahan kursi DPR RI dari PDIP.

“Golkar ingin segera melakukan pergantian Ketua DPR. Namun, kesepakatan internal harus menunggu revisi UU MD3,” jelass Wasekjen DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Selasa (9/1).

Dikatakan anggota Komisi XI DPR RI tersebut, dalam revisi UU MD3 itu ada keinginan menambah satu kursi Wakil Ketua DPR untuk PDIP sebagai penghormatan terhadap pemenang pemilu 2014. “Jadi, kami ingin selesaikan UU MD3 secepatnya sekaligus pergantian Ketua DPR. Dengan begitu, sekali melangkah dua urusan selesai,” ujar Sarmuji.

Menurut wakil rakyat dari Dapil Jawa Timur ini, UU MD3 tinggal finishing, sudah dibahas dan tinggal persetujuan saja. Persetujuan itu bisa dilakukan dengan musyawarah atau voting.

Sementara untuk nama-nama calon pengganti Setya Novanto, setidaknya ada beberapa nama yang sudah beredar.”Nama-nama itu antara lain Bambang Soesatyo, Agus Gumiwang Kartasasmita, Zainuddin Amali, Aziz Syamsuddin, dan Kahar Muzakir. Itu tinggal diputuskan saja,” demikian Muhammad Sarmuji. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top