Polhukam

IPW: Seks Bebas Kalangan Remaja Indonesia Makin Mengkhawatirkan

PARLEMENTARIA/COM– Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane mengatakan, masalah seks bebas di kalangan remaja Indonesia sudah pada tingkat mengkhawatirkan karena semakin banyak bayi baru lahir yang dibuang orang tuanya.

IPW mencatat, sedikitnya 178 bayi yang baru lahir dibuang di jalan, selokan atau tempat sampah. Jumlah itu meningkat 89 kasus dibanding tahun sebelumnya.

Diantara 178 itu, 79 bayi tewas dan 10 janin yang dipaksakan lahir dan dibuang. Dari 89 bayi itu berhasil diselamatkan masyarakat, aparat desa, puskesmas atau pihak kepolisian.

Bayi yang tidak berdosa itu paling banyak dibuang di wilayah hukum Polda Metro Jaya dengan 27 kejadian. Itu artinya, Jakarta daerah paling rawan seks bebas dan pembuangan bayi. Jawa Timur berada pada posisi kedua dengan 24 kejadian, menyusul Jawa Barat 23 kasus.

Yang mengejutkan adalah Provinsi Aceh. Jumlah bayi yang dibuang ada 16 kasus dan menempatkan daerah Serambi Makkah itu di posisi keempat dibawah Jakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat.

Ini artinya, Provinsi Aceh merupakan wilayah di luar Pulau Jawa yang paling tinggi dalam kasus pembuangan bayi di tanah air. Daerah lain di luar Pulau Jawa yang terjadi pembuangan bayi adalah Sumatera Utara dengan delapan kasus.

Untungnya, berkat bantuan warga termasuk aparat RT, RW, Desa dan Kelurahan dan Puskemas selalu memberikan laporan kepada polisi bila menemukan kasus pembuangan bayi. Akibatnya banyak kasus pembuangan bayi di luar nikah yang diproses hukum.

Ke depan diharapkan, kasus pembuangan bayi yang tidak berdosa itu bisa dielaminir dengan sosialisasi yang gencar terhadap para pelaku yang telah diproses hukum.

“Para orang tua, ulama dan pendidik perlu berperan aktif untuk mengatasi seks bebas agar kasus pembuangan bayi tidak bertambah marak,” kata Neta.

Jumlah kasus sepanjang 2017, Januari dan Desember tercatat paling banyak terjadi pembungan bayi yakni masing-masing 25 kasus. Februati (11 kasus), Maret (12), April (5), Mei (12), Juni (8), Juli (13), Agustus (19), September (15), Oktober (16) dan Nopember 17 kasus.

Dari 27 kasus pembuangan bayi di Jakarta dimana 19 meninggal, dua janin dan enam bayi diselamatkan. Di Jawa Timur ada 24 kasus dengan delapan bayi meninggal serta dua janin dan 14 diselamatkan.

Di Jawa Barat dari 23 kasus yang ditemukan, 11 bayi meninggal dan empat janin serta delapan hidup. Sedangkan di Provinsi Aceh dari 16 kasus, 13 bayi berhasil diselamatkan. Jateng dari 13 kasus, empat meninggal.

“Maraknya pembuangan bayi dan janin sepanjang 2017 tidak bisa dibiarkan. Kejadian ini harus menjadi perhatian tidak hanya kepolisian, orang tua, guru dan ulama tetapi juga semua pihak,” demikian Neta S Pane. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top