Pengawasan

Hetifah Minta Pemerintahan Jokowi Patuhi UU Layanan Publik

PARLEMENTARIA.COM– Ombudsman Republik Indonesia (ORI) merilis hasil kepatuhan penyelenggara negara terhadap undang-undang no: 25/2009 tentang pelayanan publik.

Ada beberapa Kementerian di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Pemerintah Daerah (Pemda) maupun Lembaga Negara yang masuk dalam katagori kepatuhan rendah terhadap UU Layanan Publik.

“Karena itu, Pemerintah, Pemda maupun lembaga negara itu diminta untuk meningkatkan kepatuhannya terhadap UU yang sudah dibuat,” kata politisi senior Partai Golkar, Hetifah Syaifudian menjawab Parlementaria.com melalui WhatsApp (WA), kemarin.

Kalau kita lihat data Ombudsman, hanya lima Kementerian masuk zona hijau dengan kepatuhan tinggi, delapan Kementerian berada di zona kuning, sisanya zona merah.

Sedangkan untuk enam lembaga negara, dua masuk katagori dengan kepatuhan rendah. Namun, wakil rakyat dari Dapil Kalimantan Timur tersebut tidak menyebutkan nama dua lembaga negara dengan kepatuhan rendah tersebut.

Sebagai anggota Komisi II yang membidangi pemerintahan dalam negeri termasuk Pemerintahan Daerah (Pemda), Hetifah sangay menyayangkan banyaknya daerah yang masuk katagori dengan kepatuhan rendah.

Untuk Pemerintah Provinsi (Pemprov), sedikitnya enam berada dalam zona dengan kepatuhan rendah dalam menjalankan UU Layanan Publik.

“Dengan adanya penilaian semacam ini, kita harapakan Kementerian, Lembaga Negara dan Pemda dapat meningkatkan kepatuhan terhadap layanan publik,” kata perempuan kelahiran Bandung tersebut.

Dalam rangka meningkatkan layanan publik, wanita yang sebelum menjadi wakil rakyat ini merupakan peneliti ini mendorong instansi pemerintah, lembaga negara maupun Pemda untuk mengembangkan inovasi teknologi informatika.

Sebetulnya, untuk melakukan inovasi dengan teknologi informasi atau tidak cukup mudah. “Kami dari Komosi II DPR RI sudah beberapa kali Kunjungan Kerja ke daerah untuk melihat layanan publik yang dilakukan. Cukup banyak Pemda yang berinovasi,” kata dia.

Karena itu, Hetifah mengajak Pemda untuk melakukan inovasi mulai dari hal yang paling mudah dan sederhana. “Inovasi bisa dilakukan dengan meniru, mengamati dan memodifikasi,” demikian Hetifah Syaifudian. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top