Polhukam

Pangdam Sebut Bom Molotov di Mapolsek Bontoala Bukan Teroris

PARLEMENTARIA.COM– Panglima Kodam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Agus Surya Bakti mengatakan jika kasus pelemparan bom molotov di Mapolsek Bontoala, Makassar, Sulawesi Selatan belum mengarah ke indikasi kelompok teroris.

“Ini adalah kejadian kriminal dan akan ditangani oleh polisi. Belum ada indikasi teroris, penanganannya biar diselesaikan oleh polisi. Namun, pasti kita juga akan bantu,” ujar Mayjen TNI Agus Surya Bakti di Mapolsek Bontoala, Senin (1/1).

Dikatakan, atas insiden pelemparan bom molotov di Polsek Bontoala itu, pihaknya juga akan membantu melakukan pengecekan jaringan pelaku.

Bahkan, jika TNI dan Polri terus bersinergi dan mengharap bantuan kerja sama dari masyarakat dalam pemberian informasi. “Kesiapan aparat cukup baik, mereka bersiaga. Yang namanya maling, pasti lah mencari peluang yang paling mudah. Kami serahkan ke polisi.”

Sebelumnya, markas Polsek Bontoala di Jalan Sunu, Makassar mendapat teror bom. Pelaku melemparkan bom molotov beberapa jam setelah pergantian tahun.

Dua polisi yang terkena serangan bom dengan kategori daya ledak rendah (low explosive) itu yakni Brigpol Yudirsan dan Kapolsek Bontoala Kompol Rafiuddin.

Yudirsan mengalami luka paha kanan setelah bom molotov itu meledak dan serpihannya mengenai paha yang kemudian tembus. Sedangkan Kompol Rafiuddin mengalami luka pada jari kiri.

“Keterangan korban, sebelum kejadian, Kapolsek sempat melihat orang tak dikenal. Mereka muncul dan melemparkan benda dan terjadi ledakan. Pelaku melarikan diri ke belakang kantor Polsek,” kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top